Comscore Tracker
BUSINESS

Laba Pupuk Kaltim Capai Rp6,17 Triliun, Lewati 311 Persen Target 2021

Perusahaan akan diverisifikasi usaha dan bidik pasar baru.

Laba Pupuk Kaltim Capai Rp6,17 Triliun, Lewati 311 Persen Target 2021Jajaran direksi Pupuk Kaltim. (Pupuk Kaltim)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim membukukan laba Rp6,17 triliun atau naik 311 persen dari target yang dicanangkan pada 2021. “Ini lebih dari 3 kali lipat dari yang ditargetkan sebelumnya,” kata direktur utamanya, Rahmad Pribadi, saat konferensi pers secara virtual, Kamis (24/3).

Rahmad menganggap capaian tersebut menunjukkan perusahaan bisa memanfaatkan peluang yang ada dan menang melawan pandemi Covid-19. Selain itu, laba perusahaan di 2021 juga menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Menurutnya, keuntungan perusahaan dalam 20 tahun terakhir cenderung naik. Namun, pada 2011-2015 sempat terjadi naik-turun karena adanya penambahan kapasitas.

“Melalui langkah strategis yang didukung pengelolaan risiko dan operasional yang baik, PKT mampu menghadapi tantangan dan menjadikannya peluang yang memberikan keuntungan optimal bagi perusahaan,” ujarnya.

Produksi Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim juga berhasil menumbuhkan sisi produksinya. Hingga akhir 2021, perusahaan menghasilkan pupuk 6,72 juta ton atau 104 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021.

Perinciannya: produksi urea mencapai 3,56 juta ton dari target 2,54 juta ton dan produksi amoniak 2,94 juta ton dari target 2,09 juta ton.

Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga merekam pertumbuhan penjualan yang signifikan selama 2021 hingga mencapai 4,6 juta ton atau 99 persen dari RKAP 2021.

Penjualan paling banyak disumbang produk urea, yakni 3,49 juta ton dari target 2,6 juta ton. Adapun produk amoniak mencatatkan penjualan 885 ribu ton dari target 585 ribu ton.

Perseroan akan melakukan diversifikasi bisnis

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim, Hanggara Patrianta, mengatakan perseroan akan melakukan diversifikasi usaha ke depannya. PKT juga akan terus mengembangkan bisnis di sektor hilir petrokimia berbasis gas alam.

Melalui hilirisasi, seperti pada amoniak, komoditas tersebut akan memiliki nilai tambah yang semakin tinggi.

“PKT senantiasa berorientasi pada inovasi pengembangan produk, dengan menganalisa kebutuhan pasar dan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, serta tetap menekan konsumsi energi. PKT juga tengah berekspansi pada produk turunan gas lainnya, seperti produksi methanol,” ujar Hanggara.

Lebih lanjut, strategi diversifikasi usaha yang dilakukan Pupuk Kaltim tidak hanya berfokus pada potensi bisnis, melainkan juga berbasis pada energi terbarukan. Hal ini dilakukan seiring dengan komitmen perusahaan untuk memimpin transformasi petrokimia menjadi industri hijau.
 

Bidik ekspor ke Amerika Latin

Seiring perluasan kapasitas dan diversifikasi usaha, Pupuk Kaltim membidik pasar ekspor baru di luar Asia Pasifik. Peluang itu terbuka ketika banyak produsen petrokimia di Amerika Serikat dan Eropa menghentikan produksi karena harga gas alam yang melambung.

Namun demikian, harus diakui bahwa saat ini kapasitas produksi perusahaan sudah sepenuhnya terpakai. Sehingga perluasan produksi dan pasar ekspor masih harus menunggu beroperasinya fasilitas produksi baru yang tengah direncanakan perseroan.

"Ada beberapa perusahaan di Amerika yang terpaksa menutup pabrik amoniak karena harga gas yang tinggi sampai US$300 per ton. Karena tutup, maka pasar Amerika Latin terbuka, kami akan penetrasi ke sana,” ujar Rahmad.

Negara-negara seperti Meksiko dan Brasil akan menjadi tujuan baru ekspor Pupuk Kaltim. Namun, dia juga menggarisbawahi bahwa kecukupan kebutuhan pupuk di dalam negeri tetap yang utama.
 

Related Articles