Comscore Tracker
BUSINESS

Penjualan Mobil Astra International Naik 20 Persen, Toyota Paling Laku

Penjualan mobil Toyota mendominasi.

Penjualan Mobil Astra International Naik 20 Persen, Toyota Paling LakuIlustrasi Astra International (dok.Indonesiainvestment.com)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Penjualan mobil grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan peningkatan pada September 2022. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil domestik Astra mencapai 413.464 unit hingga September 2022. Jumlah tersebut naik 20,25 persen dibandingkan dengan realisasi 343.837 unit per September 2021.

“Kinerja penjualan mobil Astra pada September 2022 juga menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen secara bulanan,” kata Head of Corporate Communications Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam keterangannya, Jumat (14/10).

Penjualan hingga September 2022 masih didominasi oleh Toyota dengan mencapai 243.883 unit. Penjualan ini naik 16,91 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 208.616 unit.  

Di posisi kedua, penjualan dari merek Daihatsu juga mencapai 140.398 unit.

Selanjutnya, ada penjualan merk Isuzu sebanyak 27.388 unit, penjualan UD Trucks sebanyak 1.407 unit, dan Peugeot sebanyak 388 unit.

Penjualan mobil LCGC Astra mencapai 97.005 unit per September 2022, lebih tinggi 13,97 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 85.111 unit.

Untuk realisasi penjualan mobil Astra khusus pada September 2022, peningkatannya 3,12 persen menjadi 56.022 unit dibandingkan dengan realisasi September 2021 yang 54.328 unit. Penjualan Toyota dan Lexus pada September 2022 mencapai 33.530 unit, sementara Daihatsu 18.781 unit, dan Isuzu 3.450 unit.

Sementara, UD Trucks dan Peugeot masing-masing 221 unit, dan 40 unit. Adapun, market share Astra tidak berubah yakni 55 persen pada September 2022, dibandingkan dengan market share pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan mobil LCGC Astra pada September 2022 saja naik 36,82 persen menjadi 18.469 unit, dari 13.499 dibandingkan September 2021. 

"Daya beli masyarakat yang cukup baik turut menopang pertumbuhan volume penjualan mobil hingga kuartal ketiga 2022 ini,” ujarnya.

Realisasi belanja modal Astra Internasional

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk

Sebelumnya, Astra Internasional telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure) secara konsolidasi Rp7,6 triliun pada semester I-2022.  Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, mengatakan pihaknya menganggarkan belanja modal Rp25 triliun-Rp26 triliun pada 2022. 

"Kalau kita lihat realisasi capex secara konsolidasi Rp7,6 triliun dan sebagian besar capex ini terjadi di bisnis unit pertambangan di UT dan Pama, kemudian di transportasi logistik tentunya di dalamnya investasi di Heal itu tickers Hermina dan investasi digital,” kata Djony, Kamis (22/9).

Sementara itu, pendapatan Astra pada semester I-2022 ditopang oleh divisi alat berat dan pertambangan. Hal itu terjadi menyusul harga komoditas yang tetap tinggi.

“Tapi dengan harga komoditas yang tinggi unit bisnis alat berat dan pertambangan menonjol, kontribusi 42 persen dari total pendapatan ASII hampir Rp144 triliun,” kata Djony. "Kami melihat beberapa bisnis baru seperti di infrastruktur secara konsisten sudah menunjukkan satu hasil yang baik yang bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Beberapa bisnis baru yang kami cukup agresif dua tahun terakhir, tapi belum bisa kasih impact yang signifikan."

Related Articles