BUSINESS

Stargazer dan Creta Dongkrak Penjualan Hyundai Sampai 40 Persen

Performa ini didukung penjualan Stargazer dan Creta.

Stargazer dan Creta Dongkrak Penjualan Hyundai Sampai 40 PersenDok. Hyundai Motor Indonesia (HMID)

by Eko Wahyudi

05 October 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Penjualan ritel  PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) periode Agustus 2023 naik hingga 40 persen menjadi 3.200 unit bila dibandingkan bulan sebelummya sebanyak 2.200 unit. Kenaikan tersebut didukung penjualan tipe Stargazer dan Creta.

Menurut data perusahaan, Hyundai Stargazer menempati posisi kedua mobil MVP terlaris di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bogor, serta posisi ketiga di Depok dan Bekasi. Namun, model ini masih kalah dari pemuncak posisi MPV terlaris di wilayah Jabodetabek, yakni Toyota Avanza.

Secara total Stargazer mencatatkan pangsa pasar sebesar 15,7 persen di wilayah Jabodetabek. Hal ini merujuk pada rata-rata penjualan sepanjang Januari–Agustus 2023

“Ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan lini kendaraan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Tanah Air,” kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto dalam keterangannya, Kamis (5/10).

Pasar mobil Rp700 juta Hyundai

Selain segmen di atas, Hyundai tengah mengevaluasi pasar segmen mobil di atas Rp700 juta. Di segmen ini, Hyundai hadir dengan tiga model mobil, yakni Palisade, Ioniq 5, dan Ioniq 6.

Berdasarkan data penjualan yang terhimpun selama Januari–Agustus 2023, Hyundai memimpin segmen mobil dengan harga di atas Rp700 juta dengan pangsa pasar 31,7 persen, di mana Ioniq 5 berada di posisi 1 dan Palisade menduduki peringkat 3.

Dengan semua model yang dipasarkan saat ini, Hyundai berharap mempertahankan pangsa pasar secara nasional di atas 4 persen.

Selain itu, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini akan terus memfokuskan perusahaan mereka pada segmen kendaraan listrik, termasuk dalam memperbanyak pembangunan charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Hal tesebut untuk mengatasi kekhawatian konsumen terkait  ketersediaan SPKLU bagi kendaraan listrik. Oleh sebab itu, Hyundai ingin maju sebagai merek sekaligus menjadi game changer di industri otomotif.

"Hyundai mungkin bukan pionir, namun kita yang paling serius dalam menangani electric car di Indonesia," ujarnya.