Comscore Tracker
BUSINESS

Strategi Dirut Baru PLN Jalani Transisi EBT dan PR Kelebihan Listrik

Darmawan Prasodjo ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN.

Strategi Dirut Baru PLN Jalani Transisi EBT dan PR Kelebihan ListrikDok. Istimewa

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Darmawan Prasodjo ditunjuk menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Zulkifli Zaini. Sebelumnya, Darmo—sapaan lazim Darmawan—mengemban tugas sebagai wakil direktur utama PLN.

Ketika resmi menjadi petinggi PLN, Darmo langsung mendapat tugas dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk melanjutkan tranformasi PLN, khususnya di sektor energi terbarukan (EBT). “Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/12)

Darmo mengatakan akan memperkuat fondasi yang telah diletakan oleh Zulkifli, dan meneruskan kebijakan strategis yang diberikan dari pemerintah. “Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan,” katanya.

Sejak April 2020, PLN menjalankan program transformasi sebagai langkah penting perusahaan melalui 4 pilar yakni Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused.

Tantangan transisi menuju EBT

Dalam transisi energi ini, Darmo menyatakan tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks. Pasalnya, transisi energi mesti dijalankan tanpa membebani APBN dan masyarakat. Sehingga target nol emisi karbon pada 2060 dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memprioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen. "Ini tugas khusus, masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. Investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kita galakkan," ujar Darmawan.

Tiga strategi atasi kelebihan pasokan listrik

Tak hanya melanjutkan transformasi dan transisi energi, Darmawan juga mendapat tugas mengatasi kelebihan pasokan listrik. Untuk mengatasi hal ini, dia memiliki tiga strategi utama yang akan dijalankan PLN.  "Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk kami di PLN bisa menyelesaikan kondisi oversupply," katanya.

Strategi pertama, kata dia, adalah memasifkan kendaraan listrik dan meningkatkan electrifiying lifestyle. Penggunaan kendaraan listrik selain bisa meningkatkan konsumsi listrik nasional juga dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dari sisi pengeluaran biaya energi.

Dia mencontohkan, tingkat konsumsi 1 kilowatt-jam (kWh) listrik seharga Rp1.444,7 bisa menempuh 10 kilometer. Jika dibandingkan BBM untuk 1 liter bensin seharga Rp9.000 dengan jarak tempuh yang sama. "Ini jauh lebih hemat bagi masyarakat. Juga di satu sisi, langkah ini juga akan berdampak pada neraca perdagangan kita dengan mengurangi beban impor minyak mentah," ujar Darmawan.

Kedua, PLN juga semakin fokus menggiatkan program electriying agriculture dengan menyasar para petani dan petambak. Dengan program ini, PLN menggantikan alat operasional pertanian dan petambak ikan yang tadinya berbasis diesel menjadi berbasis listrik. "Petani dan petambak jadi lebih hemat dan peralatan jauh lebih tidak bising dan bisa meningkatkan produktivitas petani dan petambak," ujar Darmawan.

Ketiga, PLN menyasar captive market. Selama ini, masih banyak industri yang menggunakan pembangkit listrik sendiri. PLN menawarkan industri untuk beralih ke listrik PLN agar lebih efisien dalam sisi operasional. "Dengan menyerahkan pasokan listrik ke PLN, industri bisa lebih fokus dalam mengoptimalkan produksi dan utilitasnya," katanya.

Pesan untuk dirut baru PLN

Pakar ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengomentari penunjukkan Darmawan sebagai direktur utama PLN. Ia menyebut tak ada indikator pasti yang digunakan Erick Thohir dalam menunjuk pemimpin di perseroan.

Sudah begitu, sejumlah pekerjaan rumah telah menanti Darmawan. “PR Dirut PLN baru merespons komitmen Jokowi untuk menerapkan Green Energy. Untuk itu, PLN harus mengubah penggunaan batu bara yang masih 57 persen menjadi EBT. PLN juga harus mendukung implementasi mobil listrik dan kompor listrik,” kata Fahmy, Senin (6/12).

Namun, Fahmy yakin Darmawan telah memiliki cukup modal untuk menjadi nakhoda anyar perusahaan setrum negara tersebut. Pasalnya, Darmawan sebelumnya telah menduduki posisi komisaris dan wakil direktur utama di sana.

Di sisi lain, Fahmy menilai Darmawan mendapatkan warisan kinerja perusahaan yang cukup baik dari Zulkifli Zaini. 

Related Articles