Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Ekosistem Semikonduktor RI-AS Punya Potensi Investasi Tambahan US$26 M
ilustrasi semikonduktor (unsplash.com/Vishnu Mohanan)
  • Indonesia dan AS menandatangani kesepakatan pengembangan ekosistem semikonduktor dengan potensi investasi total mencapai US$26,7 miliar, termasuk tahap awal senilai US$4,89 miliar.
  • Kerja sama ini melibatkan PT Galang Bumi Industri bersama Essence Global Group dan Tynergy Technology Corp untuk membangun infrastruktur manufaktur, energi hijau, serta riset teknologi mutakhir.
  • Investasi tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja terampil dan mempercepat transfer teknologi guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global semikonduktor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kesepakatan ekosistem semikonduktor yang dilakukan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memiliki potensi investasi tambahan sebesar US$26,7 miliar. Indonesia sendiri telah meneken joint development agreement pengembangan ekosistem semikonduktor dengan AS dengan nilai investasi tahap pertama sebesar US$4,89 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menjadi langkah Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi global dan mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi.

"Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (25/2).

Kerja sama tersebut melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

Perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau, program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja, serta penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.

Kolaborasi antar kedua negara dinilai dapat membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.

Lebih lanjut, investasi tersebut diperkirakan akan menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan, sekaligus mempercepat transfer teknologi hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

Editorial Team