Jakarta, FORTUNE - PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. (BPII) mengatongi fasilitas kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) senilai Rp80 miliar.
Direktur Utama Batavia Prosperindo, Rudi Setiadi, mengatakan penarikan pinjaman tersebut bertujuan untuk membiayai modal kerja dan mendukung ekspansi perseroan. "Fasilitas kredit dari bank berlaku mulai dari 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit pada 21 Agustus 2026," ujarnya.
Batavia Prosperindo Internasional menyatakan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Perusahaan di bidang usaha pasar modal dan jasa keuangan ini, membukukan kinerja yang solid pada paruh pertama 2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai angka Rp42,82 miliar, didukung dengan pendapatan Rp1,55 triliun atau naik dari Rp1,37 pada semester pertama 2025.
Sementara ekuitas perseroan tercatat Rp1,85 triliun, meningkat dari Rp1,82 triliun pada Desember 2025. Kemudian liabilitas perseroan menurun menjadi Rp3,98 triliun pada Juni 2026 dari Rp5,00 triliun pada akhir 2025.
CIMB Niaga belakangan tercatat aktif mengguyur kredit modal kerja maupun korporasi. Sebelumnya, bank swasta terbesar kedua ini mengucurkan tambahan kredit Rp40 miliar kepada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Perolehan itu menambah total fasilitas kredit yang diterima ASSA dari BNGA menjadi Rp100 miliar, termasuk Rp60 miliar yang telah diperoleh sebelumnya.
Hingga Juni 2026, total kredit yang disalurkan bank mencapai Rp 247,2 triliun atau tumbuh 6,63 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit korporasi tercatat sebesar Rp105,91 triliun, meningkat 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
