Comscore Tracker
BUSINESS

Ekspansi ke Darat, AirAsia Luncurkan Layanan Taksi Online

AirAsia optimistis bisnis ride hailing bawa untung besar.

Ekspansi ke Darat, AirAsia Luncurkan Layanan Taksi OnlineShutterstock/NYC Russ

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia, berekspansi ke layanan berbagi tumpangan dengan meluncurkan AirAsia Ride. Ini adalah layanan taksi online yang dapat diakses konsumen melalui SuperApp AirAsia.

Peluncuran tersebut diumumkan via media sosial AirAsia di Twitter, Selasa (24/8). Tony Fernandes, CEO AirAsia, melalui akun resmi Instagramnya mengajak masyarakat untuk mengecek layanan tersebut via akun @airasiasuperapp.

"Mimpi itu berlanjut. kami akan merevolusi ride hailing seperti yang kami lakukan di udara," ucapnya dikutip Jumat (27/8)

Dimulai di Kuala Lumpur dan Lembah Klang

Untuk tahap awal, layanan taksi online Airasia Ride akan tersedia di Kuala Lumpur dan Lembah Klang, Malaysia. Sementara kota-kota lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.

"Kami ingin siapa pun dapat mencari nafkah di ekosistem AirAsia, baik pengendara sepeda motor atau pengemudi. Kami juga ingin menjanjikan karier jangka panjang di AirAsia," ujar Tony dalm kesempatan terpisah.

Ia optimistis perusahaan dapat meraup keuntungan lebih dengan menggabungkan bisnis maskapai penerbangan dengan layanan berbagi tumpangan.

Di luar itu, Airasia juga mengembangkan jasa pesan antar makanan, e-commerce, teknologi finansial (fintech), dan logistik sebagai bagian dari rencana aplikasi super. Fernandes ingin pengguna membuka aplikasi AirAsia setiap hari karena banyak layanan yang bisa digunakan.

"Semuanya terhubung, kami memanfaatkan pengalaman kami selama 19 tahun, jadi Anda akan mulai melihat bahwa ini adalah ekosistem yang dipikirkan dengan matang yang saya yakini akan mengubah banyak hal di ASEAN melalui inklusivitas dan nilai. Doakan kami beruntung, dan coba naik AirAsia," ujarnya.

Akuisisi Go-Jek

Belum lama ini Airasia juga mengambil langkah mengejutkan dengan mencaplok bisnis Gojek di Thailand melalui unit bisnis digitalnya, AirAsia Digital. Dalam kesepakatan itu, Gojek beroleh kepemilikan saham di AirAsia Digital sebesar 4,76 persen, demikian dikutip Nikkei Asia.

“Dengan mengambil alih usaha Gojek yang telah mapan di Thailand, kami akan memperkuat ambisi kami untuk menjadi yang terdepan dalam urusan superapp," ujar CEO AirAsia Group, Tony Fernandes, lewat siaran pers yang dimuat dalam laman resmi perusahaan, awal Agustus silam.

Berkat akuisisi tersebut, aplikasi pembayaran digital milik AirAsia, BigPay, juga mendapat jalur percepatan untuk memasuki Thailand. Rencananya BigPay akan mulai bisa dipakai di negara tersebut pada kuartal pertama 2022.

Untuk mempermulus upayanya, seraya menunggu GoPay mengurangi kegiatannya di Thailand, Airasia juga cukup intens bekerja sama dengan Bank of Thailand. “Kami gembira telah mendapat kesempatan untuk memasuki pasar yang unik dan terhubung ini,” ujar CEO sekaligus pendiri BigPay, Salim Dhanani.

Bisnis aplikasi super AirAsia memiliki valuasi sekitar US$1 miliar, sementara sayap bisnis Gojek di Thailand ditaksir bernilai US$50 juta, atau lebih dari Rp726 miliar. Dengan kesepakatan tersebut, AirAsia terlihat berupaya mencicipi kue aplikasi super yang selama ini diasosiasikan dengan Gojek dan Grab.

Related Articles