BUSINESS

Erick Thohir Minta Pelindo Kerek Kontribusi ke Negara 248% hingga 2025

Pelindo punya 31 inisiatif strategis pada 2021-2025.

Erick Thohir Minta Pelindo Kerek Kontribusi ke Negara 248% hingga 2025Menteri BUMN Erick Thohir saat Bincang Awal Tahun dengan awak media di Kementerian BUMN, Senin (2/1).
20 January 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Menteri BUMN, Erick Thohir, meminta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meningkatkan sumbangsih ke negara hingga Rp21 triliun pada 2025, atau melonjak 248 persen dari 2021.

Menurutnya target tersebut dapat dicapai karena usai merger pada 2021, kontribusi Pelindo ke negara melalui dividen, PNBP, konsesi, dan pajak penghasilan meningkat signifikan.

"Kalau kita lihat, total kontribusi Pelindo kepada negara selama 2021 hingga 2022 mencapai Rp6,03 triliun. Angka ini per Oktober 2022, bisa lebih tinggi lagi kalau sudah final," ujar Erick dalam acara Pelindo Forum di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/1).

Erick menilai merger Pelindo terbukti mampu meningkatkan posisi BUMN pelabuhan tersebut menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan dunia. 

Konsesi Pelindo mencapai Rp360 miliar pada 2021 dan meningkat menjadi Rp473 miliar pada 2022, dengan PNBP mencapai Rp157 miliar pada 2021 dan Rp173 miliar pada 2022. 

Kemudian, setoran PPh Pelindo pada 2022 mencapai Rp1,815 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang Rp1,185 triliun. Sedangkan, dividen Pelindo menyentuh angka Rp 1,317 triliun pada 2022 atau naik signifikan dibandingkan 2021 yang sebesar Rp560 miliar. 

Ciptakan nilai tambah 

Hemat Erick, penggabungan Pelindo meningkatkan banyak hal seperti kekuatan operasional, finansial, dan SDM, serta jaringan pelayaran terintegrasi, dan peningkatan konektivitas hinterland. Secara operasional, merger tersebut akan memaksimalkan kinerja, khususnya di Indonesia bagian timur, serta penurunan biaya logistik.

Menurut Erick, Pelindo memiliki 31 inisiatif strategis yang diterapkan pada 2021–2025, dan "targetnya harus mampu menciptakan nilai tambah sebesar Rp5,8 triliun."

Dia menekankan empat pilar strategis yang harus dicapai Pelindo: transformasi pelabuhan kelas dunia, penguatan ekosistem logistik, efisiensi rantai pasok maritim, dan peningkatan nilai perusahaan. 

"Contohnya yang berhasil dilakukan Pelindo itu terminal Kijing untuk mendukung peningkatan potensi daerah dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal di Kalimantan Barat," katanya.

Erick juga meminta Pelindo meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan dan integrasi kawasan industri dengan pelabuhan melalui kerja sama penyediaan moda transportasi terintegrasi, termasuk dengan BUMN.

Hal ini telah dilakukan sebelumnya dengan menggandeng KAI dan PTPN III untuk mengoptimalisasi Fasilitas Terminal Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, dan angkutan barang menggunakan kereta api. 

Dia percaya Pelindo dapat menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang telah memiliki reputasi dan pengalaman  dalam jalur perdagangan internasional. 

"Ini semakin membuka peluang pasar ekspor Indonesia dan memperbesar market share peti kemas," ujarnya.

Related Topics