Jakarta, FORTUNE - PT Geo Dipa Energi (Persero) memperkuat tata kelola operasional aset panas bumi di Dieng dan Patuha melalui kerja sama transformasi digital dengan SAP. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan aset pembangkit panas bumi berkapasitas terpasang sekitar 120 megawatt (MW) sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Melalui implementasi SAP Cloud ERP dalam skema RISE with SAP, Geo Dipa Energi memodernisasi sistem inti perusahaan yang sebelumnya berbasis teknologi lama (legacy system). Transformasi tersebut ditujukan untuk menyederhanakan proses bisnis, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data secara real-time, serta mendukung operasional yang semakin kompleks di sepanjang rantai nilai panas bumi.
Saat ini, Geo Dipa mengoperasikan wilayah kerja panas bumi di Dieng, Jawa Tengah, dan Patuha, Jawa Barat, dengan potensi sumber daya yang diperkirakan melebihi 800 MW.
“Kami membutuhkan sistem yang memiliki visi jauh ke depan sebagaimana misi yang kami emban. Bagi Geo Dipa, transformasi ini lebih dari sekadar teknologi. Ini adalah tentang bagaimana kami dapat menjalankan operasional secara lebih cerdas sehingga mampu menghadirkan energi panas bumi yang lebih efisien dan andal bagi Indonesia,” ujar President Director PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, dalam keterangan resmi, Kamis (25/6).
Ia menambahkan, RISE with SAP dinila memberikan fondasi modern berbasis data yang memungkinkan kami mengambil keputusan dengan lebih baik sekaligus menjaga biaya operasional tetap terkendali seiring pertumbuhan perusahaan.
Dengan platform baru tersebut, Geo Dipa kini menjalankan operasional pada satu sistem terintegrasi yang menghubungkan data dan proses bisnis di seluruh organisasi. Integrasi ini memungkinkan peningkatan visibilitas operasional secara real-time, memperkuat keandalan aset, menyederhanakan pengelolaan rantai pasok, serta menstandarkan proses bisnis.
Selain itu, sistem baru tersebut juga diharapkan memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat proses pelaporan, dan mendukung model operasional berbasis cloud yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ekspansi bisnis di masa mendatang.
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, mengatakan kebutuhan akan fondasi digital yang kuat menjadi semakin penting di tengah kompleksitas operasional sektor energi yang terus meningkat.
“Dengan mengadopsi SAP Cloud ERP melalui RISE with SAP, Geo Dipa Energi mampu menghubungkan proses bisnis dan data untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sekaligus melangkah menuju autonomous enterprise, di mana data yang terintegrasi, AI, dan otomatisasi memungkinkan operasional yang lebih adaptif dan cerdas di seluruh organisasi,” ujarnya.
Proyek transformasi digital tersebut diselesaikan dalam waktu empat bulan dengan dukungan PT Soltius Indonesia sebagai mitra implementasi SAP. Perusahaan membantu integrasi proses bisnis inti Geo Dipa secara end-to-end ke dalam satu platform cloud terpadu.
President Director PT Soltius Indonesia, Bernardy Suhendra, menilai transformasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis Geo Dipa ke depan. “Geo Dipa tidak sekadar meningkatkan kapabilitas lanskap teknologinya, perusahaan sedang membangun fondasi digital yang akan mendukung bisnisnya untuk masa depan,” kata Bernardy.
Ke depan, platform digital tersebut juga membuka peluang bagi Geo Dipa untuk memanfaatkan teknologi analitik, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi operasional seiring pertumbuhan bisnis dan pengembangan kapasitas energi panas bumi nasional.
