Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Helikopter Saudi Aramco Kecelakaan, 14 Orang  Dilaporkan Tewas
ilustrasi kecelakaan pesawat (pexels.com/Ivan Prymuhin)
  • Sebuah helikopter milik Saudi Aramco jatuh di Ras Tanura, Arab Saudi, menewaskan seluruh 14 penumpangnya pada Minggu pagi waktu setempat.
  • Pemerintah Arab Saudi telah memulai investigasi penuh untuk mencari penyebab kecelakaan, sementara Aramco belum memberikan tanggapan resmi kepada media.
  • Tragedi ini memicu gelombang belasungkawa dari para pemimpin dan organisasi regional Arab yang menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi dan keluarga korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Sebuah helikopter milik raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, jatuh di wilayah Ras Tanura, pesisir timur Arab Saudi, Minggu (28/6) pagi waktu setempat. Seluruh penumpang yang berjumlah 14 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Mengutip laporan Reuters, insiden terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat di kawasan Ras Tanura yang berada di Teluk Arab, di sebelah barat Selat Hormuz. Hingga kini, penyebab jatuhnya helikopter masih belum diketahui.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan seluruh korban merupakan warga negara Saudi. Otoritas terkait telah membuka penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.

"Seluruh instansi terkait telah memulai investigasi penuh guna menentukan penyebab kecelakaan," demikian pernyataan yang dikutip Saudi Press Agency (SPA), Senin (29/6).

Hingga kini, Saudi Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan media.

Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah Aramco kembali mengoperasikan aktivitas pemuatan minyak mentah di Terminal Ras Tanura pada Jumat (26/6), setelah sempat terhenti hampir empat bulan.

Arab Saudi, sebagai eksportir minyak terbesar di dunia, saat ini tengah meningkatkan aktivitas ekspor minyak dan gas bersama sejumlah negara produsen di Timur Tengah menyusul kesepakatan sementara penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Gelombang Ucapan Duka

Kecelakaan tersebut memicu gelombang belasungkawa dari para pemimpin negara-negara Arab dan organisasi regional.

Dilansir dari Arab News, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyampaikan belasungkawa kepada Raja Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemerintah Arab Saudi, serta keluarga para korban. Ia mengungkapkan solidaritas Liga Arab terhadap Arab Saudi di tengah musibah tersebut.

Ucapan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Albudaiwi, yang menyatakan seluruh negara anggota GCC berdiri bersama Arab Saudi setelah tragedi tersebut.

Organisasi Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) turut menyampaikan rasa duka. Sekretaris Jenderalnya, Mohammed Al-Issa, menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan rakyat Arab Saudi.

Para pemimpin Kuwait, Qatar, dan Yordania juga mengirimkan pesan belasungkawa kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Selain itu, pemerintah Uni Emirat Arab, Oman, Yordania, Suriah, Mauritania, dan Palestina turut mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan solidaritas dan belasungkawa kepada Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan dukungan penuh kepada Arab Saudi atas tragedi tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab dan Oman juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban.

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum mengungkap identitas para korban maupun rincian penyebab kecelakaan. Proses investigasi masih terus berlangsung.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan yang melibatkan armada Saudi Aramco dalam beberapa tahun terakhir.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article