HEV Mulai Menyalip BEV? Ini Peta Baru Pasar Otomotif 2026

Pasar otomotif Indonesia 2026 menunjukkan pergeseran, di mana HEV mulai menyaingi BEV akibat perubahan perilaku konsumen serta kenaikan harga energi.
Data penjualan kuartal I-2026 memperlihatkan Toyota dan Honda memimpin segmen HEV, sementara BYD dan Jaecoo bersaing ketat di pasar BEV.
Kesiapan infrastruktur charging yang masih terkonsentrasi di Jawa membuat banyak konsumen memilih HEV.
Jakarta, FORTUNE — Industri otomotif Indonesia sedang memasuki fase baru dalam transisi kendaraan elektrifikasi. Jika sebelumnya battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik dianggap menjadi masa depan utama industri, kondisi pasar pada 2026 mulai menunjukkan arah yang lebih kompleks.
Di tengah kenaikan harga energi global dan perubahan perilaku konsumen, hybrid electric vehicle (HEV) justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil dibanding sejumlah merek BEV.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan baru. Apakah benar HEV mulai menyalip BEV?
FORTUNE Indonesia edisi Mei 2026 membahas bagaimana perubahan pasar, strategi produsen, hingga perilaku konsumen mulai membentuk peta baru industri otomotif nasional.
Table of Content
Penjualan kendaraan elektrifikasi mulai berubah
Pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia pada 2026 tidak lagi hanya didominasi narasi mobil listrik. Data penjualan wholesales kuartal I-2026 menunjukkan dinamika baru antara BEV dan HEV.
BYD masih menjadi pemain terbesar di segmen BEV sepanjang awal 2026. Namun, Jaecoo mulai menunjukkan kenaikan yang cukup agresif dan hampir menyamai BYD pada Maret 2026.
Sementara itu, pasar HEV justru menunjukkan tren berbeda. Di segmen hybrid, Toyota masih mendominasi dengan lonjakan penjualan signifikan pada Maret 2026. Honda juga mulai menunjukkan pertumbuhan agresif di pasar HEV.
Data tersebut menunjukkan konsumen Indonesia mulai melihat kendaraan elektrifikasi dengan pendekatan yang lebih realistis. Bukan hanya soal teknologi terbaru, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor.
“Konsumen akan mengevaluasi berbagai aspek secara lebih menyeluruh,” ujar Luther T. Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia.
Mengapa pasar HEV mulai menarik perhatian?
Pertumbuhan HEV dinilai tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen di tengah kondisi ekonomi dan harga energi global yang terus berubah.
Selain faktor efisiensi, banyak konsumen juga mulai mempertimbangkan kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Infrastruktur charging masih menjadi salah satu perhatian.
Data dalam Majalah FORTUNE Indonesia Mei 2026 menunjukkan mayoritas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) nasional hingga Maret 2026 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di tengah situasi tersebut, kendaraan hybrid mulai mendapat perhatian lebih besar.
Menariknya, meski HEV menunjukkan pertumbuhan yang kuat, bukan berarti pasar BEV kehilangan momentum. Mobil listrik penuh tetap berkembang, terutama di segmen konsumen urban dan pengguna yang mulai terbiasa dengan ekosistem kendaraan listrik.
Lantas, apa yang membuat HEV mulai lebih dilirik dibanding BEV pada 2026? Bagaimana perubahan perilaku konsumen mulai memengaruhi strategi produsen otomotif?
Temukan analisis lengkapnya dalam Majalah FORTUNE Indonesia "On the Right Path" edisi Mei 2026.


















