BUSINESS

Mengenal Siapa Itu Prajogo Pangestu, Orang Terkaya di RI!

Sempat jadi supir angkot

Mengenal Siapa Itu Prajogo Pangestu, Orang Terkaya di RI!Prajogo Pangestu (Dok. barito-pacific.com)

by Muhammad Jordy Prayoga

08 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Laporan Forbes Realtime Billionaires terbaru menunjukkan sosok Prajogo Pangestu menjadi orang terkaya ke-25 di dunia, sekaligus yang paling tajir di Indonesia (data terakhir pada 7 Januari 2024).

Kekayaan yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu mencapai US$53.5 miliar, atau Rp829,42 triliun. 

Dengan capaian ini, Prajogo Pangestu unggul jauh dari Low Tuck Kwong yang berada di posisi kedua orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan Rp435,6 triliun.

Kemunculannya menjadi orang terkaya di Indonesia lantas membuat banyak orang bertanya-tanya, siapa Prajogo Pangestu, dan dari mana sumber kekayaannya berasal.

Siapa itu Prajogo Pangestu?

Prajogo Pangestu adalah seorang pengusaha Indonesia dan pendiri PT Barito Pacific Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam.

Lahir dengan nama Phang Djoen Phen pada 13 Mei 1944 di Sambas, Kalimantan Barat, ia adalah anak dari seorang pedagang karet dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Karena keterbatasan inilah, Prajogo Pangestu hanya menamatkan pendidikannya di tingkat menengah, sebelum akhirnya ia mencari peruntungan dengan merantau ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, jalan hidup Prajogo Pangestu tidaklah mulus, sehingga ia harus kembali ke kampung halamannya dan bekerja sebagai supir angkutan kota (angkot).

Sembari bekerja sebagai seorang supir angkot, Prajogo Pangestu juga mulai menjalankan bisnis kecil-kecilan dengan menjual bumbu dapur dan ikan asin.

Pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan seorang pengusaha kayu bernama Burhan Uray asal Malaysia pada tahun 1960-an.

Bermula dari sini, nasib Prajogo Pangestu pun perlahan mulai menemui titik terang.

Perjalanan karier Prajogo Pangestu

Pada tahun 1969, ia bergabung dengan perusahaan milik Burhan Uray, yaitu PT Djajanti Group. 

Setelah mengabdi selama tujuh tahun, ia kemudian diangkat menjadi general manager (GM) di perusahaan Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur.

Menduduki posisi GM, ia hanya bertahan selama satu tahun, sebelum akhirnya mengundurkan diri dan membeli perusahaan yang pada saat itu sedang krisis, yaitu CV Pacific Lumber Coy.

Prajogo Pangestu kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi PT Barito Pacific Lumber.

Selanjutnya, perusahaan Barito Pacific Lumber akhirnya mulai go public pada tahun 1993 dan kembali berganti nama menjadi Barito Pacific, setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.

Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham sebuah perusahaan di bidang petrokimia, yaitu Chandra Asri, yang pada saat itu sudah berada di Bursa Efek Indonesia.

Berselang empat tahun kemudian, tepatnya 2011, Chandra Asri tergabung dengan Tri Polyta Indonesia yang kemudian menjadi produsen petrokimia terbesar di tanah air.

Berikut adalah detail riwayat lengkap pekerjaan Prajogo Pangestu:

  1. Tahun 1993—Sekarang: PT Barito Pacific Tbk (d/h PT Barito Pacific Timber) - Pendiri dan Komisaris Utama
  2. Tahun 1997—1999: PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper - Wakil Komisaris Utama
  3. Tahun 1999—2005: PT Tanjungenim Lestari Pulp & Paper - Komisaris Utama
  4. Tahun 1990—1999: PT Chandra Asri - Direktur Utama
  5. Tahun 1989—1999: PT Tripolyta Indonesia Tbk - Komisaris
  6. Tahun 1993—1998: PT Astra International Tbk - Wakil Komisaris Utama
  7. Tahun 1993—1998: PT Mangole Timber Producers - Komisaris Utama
  8. Tahun 1991—1993: PT Musi Hutan Persada - Komisaris
  9. Tahun 1987—1998: PT Tunggal Agathis Indah Wood Industries - Direktur Utama
  10. Tahun 1982—1993: PT Mangole Timber Producers - Direktur Utama
  11. Tahun 1979—1993: PT Barito Pacific Timber (dh. PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan) - Direktur Utama
  12. Sejak tahun 1977: Barito Pacific Group – Chairman
  13. Tahun 1976: PT Barito Pacific Lumber - Direktur Utama
  14. Tahun 1969—1977: Djajanti Timber Group – Direksi