Jakarta, FORTUNE — PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID), anak usaha Kawan Lama Group, membawa M Stand, merek kopi asal Shanghai, Cina, ke pasar kopi premium Indonesia. . Gerai pertama M Stand dibuka di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Kompetisi Kopi Makin Sengit, Anak Usaha Kawan Lama Bawa Brand Shanghai Masuk RI

F&B ID membawa M Stand, merek kopi asal Shanghai, ke pasar premium Indonesia dengan gerai pertama di Pantai Indah Kapuk.
M Stand menawarkan kopi Arabika, dua pilihan biji, minuman dengan beragam rasa, serta desain gerai yang berbeda di setiap lokasi.
Pada 2026, perusahaan menargetkan dua gerai dan memilih ekspansi terukur sambil mengevaluasi penerimaan pasar.
Masuknya M Stand menandai ekspansi F&B ID ke kategori kopi setelah sebelumnya mengembangkan sejumlah merek di sektor makanan dan minuman. Di Indonesia, M Stand mengusung konsep specialty coffee dengan menu berbasis kopi, minuman dengan beragam profil rasa, serta desain gerai yang berbeda di setiap lokasi.
CEO F&B ID, Devin Widya Krisnadi mengatakan ekspansi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan diferensiasi merek dan potensi pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
“Selama 15 tahun membangun bisnis F&B di Indonesia, kami belajar bahwa pertumbuhan bukan sekadar menambah jumlah brand atau gerai, tetapi bagaimana memilih dan mengembangkan brand yang memiliki diferensiasi kuat serta relevansi jangka panjang bagi konsumen,” ujar Devin, Jumat (2/10).
Industri kopi Indonesia merupakan salah satu segmen paling kompetitif. Namun, perusahaan melihat peluang pada merek yang memiliki karakter berbeda. M Stand dinilai memiliki pendekatan pada kopi, desain, dan gaya hidup yang sesuai dengan strategi pengembangan portofolio F&B ID.
F&B ID juga melihat masuknya M Stand sebagai bagian dari strategi memperluas portofolio merek global di Indonesia. M Stand menjadi merek kopi asal Shanghai pertama yang dikembangkan F&B ID di Indonesia. Begitu pun, bagi sang jenama. Indonesia merupakan pasar pertama M Stand di Asia Tenggara.
Marketing General Manager F&B Indonesia, Sarah Katherine Merci, mengatakan pasar kopi Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan. Tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan (compound annual growth rate) atau CAGR industri kopi masih menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun mendatang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk masuk ke pasar Indonesia meski persaingan industri kopi cukup ketat.
“M Stand Coffee hadir di Indonesia melalui kerja sama dengan F&B ID. Indonesia menjadi negara ketiga bagi brand tersebut setelah Cina dan Jepang, serta pasar pertama mereka di Asia Tenggara,” kata Sarah saat pembukaan M Stand di PIK.
M Stand menggunakan 100 persen biji kopi Arabika. Merek tersebut menawarkan dua pilihan biji kopi, yakni M Blend dan Single Origin Espresso (SOE).
M Blend merupakan campuran biji kopi Sumatra Mandheling, Brazil Arabica, Colombia Supremo, dan Ethiopia Sidamo dengan karakter rasa bold dan rich. Menu berbasis M Blend ditawarkan mulai dari Rp30.000.
Sementara itu, SOE menggunakan satu jenis biji kopi. Pada pembukaan perdananya di Indonesia, M Stand menggunakan biji kopi asal Colombia dengan profil rasa grape-infused yang memberikan karakter fruity, fresh, dan clean. Jenis biji ini akan digunakan sebagai seasonal beans dan dapat berganti secara berkala.
Selain menu kopi, M Stand menawarkan sejumlah varian minuman dengan kombinasi rasa lain. Beberapa di antaranya Black Sesame Latte, Butter Basque Latte, Purple Yam Dirty Latte, dan Plum Sparkling Americano.
Ekspansi Bertahap
Berbeda dengan strategi ekspansi agresif yang banyak digunakan jaringan kedai kopi, Sarah mengatakan, M Stand akan memperluas jaringan secara lebih terukur.
Pada 2026, perusahaan menargetkan membuka dua gerai. Gerai pertama dikembangkan dengan format stand alone di PIK, sementara gerai kedua direncanakan berlokasi di Puri Indah. Evaluasi ekspansi lebih lanjut akan dilakukan setelah melihat penerimaan pasar.
“Kami tidak terlalu agresif karena ingin membangun brand yang bertahan lama. Tahun ini targetnya hanya dua toko. Kami ingin build community dan build relevance terlebih dahulu, baru kemudian scale up,” kata dia.
Format gerai M Stand juga disebut cukup fleksibel. Di negara asalnya, Cina brand tersebut memiliki sejumlah format, mulai dari gerai berukuran besar hingga format yang lebih kecil hingga mobile.
F&B ID masih melihat perkembangan pasar Indonesia sebelum menentukan format ekspansi berikutnya. Konsep desain juga akan disesuaikan dengan lokasi. Setiap gerai akan memiliki desain yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan karakter Asia sebagai bagian dari identitas brand.

















