Comscore Tracker
BUSINESS

GIIAS 2021 Jadi Katalis Industri Otomotif, APM Raup Penjualan Positif

Industri berharap pasar otomotif akan berangsur pulih.

GIIAS 2021 Jadi Katalis Industri Otomotif, APM Raup Penjualan PositifSuasana GIIAS 2021. Shutterstock/haryanta.p

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, resmi berakhir pada Minggu (21/11). Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) melaporkan penjualan mobil yang positif selama perhelatan tersebut. Industri juga optimistis penjualan akan mencapai target tahun ini.

PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, selama pameran berlangsung beroleh surat pemesanan kendaraan (SPK) sebesar 4.502 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 823 unit merupakan tipe All New Veloz dan 711 unit All New Avanza.  

“Di GIIAS 2021 ini bukan hanya mengejar target penjualan, tapi utamanya adalah bisa showcase produk, teknologi, dan layanan terbaru kami kepada masyarakat,” kata Direktur Pemasara TAM Anton Jimmy Suwandi kepada Fortune Indonesia, Jumat (26/11).

Anton berkata, tentu program insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi salah satu faktor penjualan. Namun, menurutnya, penjualan juga ditopang oleh tipe mobil yang tidak menerima insentif. Dengan begitu, menjadi sinyal positif bagi industri otomotif bahwa pasar sedang pulih.

Dia menambahkan, Toyota berharap ke depan penjualan tetap tumbuh positif meski banyak tantangan. Menurutnya, perseroan akan terus mendorong produk dan layanan baru sesuai dengan kebutuhan pasar. “Kita berharap bisa maintain posisi nomer satu,” katanya.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HM), Yusak Billy, mengatakan penjualan Honda selama GIIAS mencapai 1.511 unit. All New Hondra Brio menjadi model terlaris dengan sebesar 461 unit atau 31 persen dari total penjualan. Sisanya, ditopang oleh City Hatchback Rs dan model terbaru All New Honda BR-V.

“Pencapaian Honda pada GIIAS 2021 ini cukup memuaskan meskipun pameran masih diadakan pada masa pandemi,” kata Yusak kepada Fortune Indonesia, Jumat (26/11). “Popularitas Honda Brio sebagai mobil terlaris Honda berlanjut di ajang GIIAS tahun ini.”

Yusak berkata, selain PPnBM, penjualan juga didukung oleh produk-produk baru perusahaan. Dia pun mengatakan, pada tahun ini, HPM tidak memasang target khusus, namun berusaha mempertahankan market share dan memenuhi permintaan konsumen.

Sementara itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan meraih SPK sebanyak 1.477 surat. Hyundai CRETA sanggup menjadi produk terlaris dengan 670 SPK, serta Palisade 420 SPK. Mobil listrik Hyundai juga dipesan lebih dari 100 unit.

“Hyundai sangat mengapresiasi antusiasme pengunjung GIIAS 2021 di kehadiran pertama kami di ajang otomotif terbesar di Indonesia. Kami telah melakukan lompatan besar untuk menjadi salah satu brand terdepan di Indonesia,” kata President Director Hyundai Motors Indonesia, SungJong Ha. “Hyundai berhasil membangun brand image sebagai pemimpin mobil listrik dan juga produk otomotif yang futuristik.”

Gaikindo: penjualan hampir memenuhi target

Suasana GIIAS 2021/Shutterstock/Bambang Sutiyoso

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, sebelumnya mengatakan optimistis penjualan kendaraan pada tahun ini akan mencapai target 750 ribu unit. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke diler), pada Januari-Oktober 2021 ini mencapai 703.089 unit, atau tumbuh 67,0 persen secara tahunan dari sebelumnya hanya 421.086 unit.

Jongkie mengaku puas atas lonjakan penjualan mobil pada sepanjang 2021 ini. Sebab, penjualan sempat terpuruk pada tahun lalu. Dia juga mengapresiasi suksesnya gelaran GIIAS 2021.

“GIIAS 2021 sukses sekali,” kata Jongkie sepert dikutip dari Antara, Selasa (23/11). “Para APM dan pengunjung semua senang.”

Menurut data Gaikindo, pada sepuluh bulan pertama tahun ini, Toyota meraih penjualan terbanyak mencapai 229.611 unit atau pangsa pasar mencapai 32,7 persen. Setelahnya, market share Daihatsu sebesar 18,9 persen, Mitsubishi Motors 12,3 persen, dan Honda dan Suzuki masing-masing 10,5 persen.

Related Articles