Comscore Tracker
BUSINESS

Laba Melambung 481%, Medco Energi Bakal Bagikan Dividen Rp894M

Pendapatan naik 80,3% menjadi US$1,15 miliar.

Laba Melambung 481%, Medco Energi Bakal Bagikan Dividen Rp894MIlustrasi pabrik penyulingan minyak dan gas atau industri petrokimia. Shutterstock/manine99

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Medco Energi Internasional tahun ini akan membagikan dividen dua kali kepada para pemegang sahamnya setelah mampu membukukan kinerja keuangan menggembirakan pada semester I-2022.

Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro, mengatakan perseroan akan membayar dividen final 2021 sebesar US$35 juta pada Agustus, serta dividen interim US$25 juta pada September. Dengan begitu, total dividen yang dibagikan mencapai US$60 juta atau lebih dari Rp849 miliar (asumsi kurs Rp14.900).

“Dividen yang diumumkan baru-baru ini merupakan penghargaan atas dukungan berkelanjutan dari pemegang saham kami,” kata Hilmi dalam pernyataan resmi, Senin (22/8).

Pembagian dividen tersebut merupakan yang pertama setelah 2017. Medco Energi juga telah menetapkan panduan dividen masa depan sekitar Rp15 sampai Rp20 saham per tahun buku.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perusahaan berkode MEDC itu kemarin ditutup ke posisi Rp615 per saham. Bila dibandingkan sejak awal tahun (year-to-date/ytd), nilai sahamnya telah meningkat 33,1 persen, dan tumbuh 19,4 persen setahun (yoy).

Laba melambung

Laporan keuangannya pada Juni 2022 menunjukkan Medco Energi meraih laba US$270,06 juta atau setara dengan Rp4,02 triliun, sebuah kenaikan 481,0 persen dari US$46,49 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan sama, CEO Medco Energi, Roberto Lorato, menyatakan laba perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (ebitda) mencapai US$806 juta atau lebih dari Rp12 triliun. Menurutnya, kenaikan ebitda ini bertopang pada peningkatan volume minyak, gas, dan tembaga, serta perbaikan harga komoditas.

“Pada kuartal kedua ini, proyek pertama kami di Natuna dan proyek PV pertama kami di Sumbawa telah mulai beroperasi dan kedua proyek tersebut akan berkontribusi pada kinerja paruh kedua,” ujarnya.

Menurut catatan internal perusahaan, harga minyak rata-rata untuk semester pertama adalah AS$104,4/bbl, dan harga jual rata-rata tertimbang gas adalah AS$7,7/mmbtu.

Dari sisi operasional, produksi migas Medco Energi mencapai 153 mboepd, atau naik 63 persen dalam setahun, termasuk kontribusi Corridor sejak Maret. Sedangkan, produksi tembaga naik 103 persen menjadi 209 Mlbs dan produksi emas meningkat 538 persen menjadi 351 Koz.

Pada aspek top-line, perusahaan migas ini pada semester I-2022 membukukan pendapatan mencapai US$1,15 miliar atau setara dengan Rp17,09 triliiun. Revenue tersebut meningkat 80,3 persen dari US$636,29 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Related Articles