Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Mobil Merek China Mulai Menjamur di Inggris, Pangsa Pasar Tembus 10 Persen

SEAL, salah satu jenis mobil listrik produksi BYD.
SEAL, salah satu jenis mobil listrik produksi BYD (byd.com)
Intinya sih...
  • Mobil China menguasai 10 persen pasar mobil baru di Inggris pada 2025, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid.
  • Penjualan mobil merek China di Inggris mencapai 187.800 unit dalam 11 bulan pertama 2025, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
  • MG memimpin penjualan mobil China di Inggris dengan estimasi sekitar 70.000 unit, disusul oleh BYD dengan penjualan sekitar 40.000 unit.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Mobil merek China mulai menjamur di Inggris sepanjang 2025, ditandai dengan lonjakan penjualan yang membawa merek asal Tiongkok menguasai sekitar satu dari setiap 10 mobil baru di pasar otomotif negara tersebut.

Ekspansi ini berlangsung cepat, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid, di tengah struktur pasar Inggris yang relatif terbuka terhadap merek asing.

Analis pasar kendaraan listrik, Matthias Schmidt memperkirakan merek China seperti MG, BYD, dan Chery akan melampaui penjualan 200 ribu unit mobil baru di Inggris pada 2025. Dengan volume tersebut, pangsa pasar merek China diproyeksikan mencapai sekitar 10 persen dari total penjualan nasional, meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadikan Inggris sebagai salah satu pasar Eropa Barat dengan penetrasi merek China tertinggi.

Pangsa pasar mobil China melonjak di Inggris

Berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), penjualan mobil merek China di Inggris mencapai 187.800 unit dalam 11 bulan pertama 2025, dari total pasar sekitar 1,87 juta unit.

Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan percepatan adopsi konsumen terhadap produk asal China.

Schmidt menyebut tren serupa juga terlihat di Spanyol dan Norwegia, di mana sekitar sepersepuluh mobil baru berasal dari merek China. Secara regional, pangsa pasar merek China di Eropa Barat saat ini berada di kisaran 6 persen.

Inggris menonjol karena tidak memiliki merek mobil massal nasional yang dominan, setelah Rover berhenti beroperasi dan Vauxhall menjadi bagian dari grup Stellantis.

“Tanpa adanya merek volume-maker secara domestik di Inggris, konsumen tidak bisa lagi berpartisipasi dalam apa yang disebut ‘patriotic purchasing’,” ujar Matthias Schmidt.

Pernyataan ini menjelaskan mengapa konsumen Inggris relatif lebih terbuka terhadap merek baru dibanding pasar seperti Jerman dan Prancis, yang sekitar separuh penjualan mobil barunya masih dikuasai merek domestik.

MG, BYD, dan Jaecoo jadi motor pertumbuhan

Dari sisi merek, MG memimpin penjualan mobil China di Inggris dengan estimasi sekitar 70.000 unit sepanjang 2025. BYD menyusul dengan penjualan sekitar 40.000 unit, melonjak signifikan dari sekitar 9.000 unit pada 2024.

Jaecoo mencatatkan penjualan sekitar 20.000 unit, sementara Omoda disebut menyumbang volume serupa meski tanpa rincian angka resmi. Selain ketiga merek tersebut, Chery, Polestar, dan Leapmotor mulai menarik minat konsumen, meskipun kontribusi volumenya masih lebih kecil.

Secara umum, kehadiran merek China tidak hanya menggerus pangsa pasar produsen Eropa, tetapi juga paling berdampak terhadap merek Jepang.

Nissan dan Toyota tercatat kehilangan hampir satu poin persentase pangsa pasar, sementara Honda dan Suzuki juga mengalami penurunan, dan Mitsubishi telah menarik diri sepenuhnya dari pasar Inggris.

Faktor harga, teknologi, dan kebijakan perdagangan

Keunggulan kompetitif mobil China banyak ditopang oleh penguasaan rantai pasok baterai lithium-ion, subsidi pemerintah jangka panjang, serta biaya produksi yang lebih rendah.

China juga unggul dalam skala produksi kendaraan listrik, yang membuat harga jual tetap kompetitif meski menghadapi hambatan tarif di beberapa kawasan.

Uni Eropa sebelumnya memberlakukan tarif tambahan antara 17 hingga 38 persen untuk mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) dari China. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku di Inggris dan Norwegia. Selain itu, tarif Uni Eropa hanya dikenakan pada BEV, sementara mobil hybrid tetap bisa masuk tanpa beban tambahan.

Schmidt mencatat kurang dari 40 persen model merek China yang masuk Eropa Barat pada kuartal III 2025 merupakan mobil listrik murni. Sisanya adalah kendaraan hybrid, yang mengombinasikan mesin bensin dengan baterai berkapasitas kecil. Strategi ini memungkinkan produsen China tetap ekspansif meski regulasi terhadap kendaraan listrik diperketat.

Inggris jadi pintu masuk strategis produsen China

Tu Le, pimpinan konsultan Sino Auto Insights, mengatakan produsen China masuk ke pasar Eropa secara bertahap dengan pendekatan berbeda di tiap negara. Inggris dinilai menarik karena belum menerapkan tarif tambahan dan memiliki pasar yang relatif terbuka.

Di tingkat regional, Uni Eropa juga melonggarkan target elektrifikasi dengan mengizinkan 10 persen penjualan mobil baru masih menggunakan mesin pembakaran setelah 2035. Sejumlah analis menilai kebijakan ini justru memberi ruang tambahan bagi produsen China.

Schmidt memperkirakan pangsa merek China di Eropa akan mencapai puncak mendekati 10 persen pada periode 2028–2030, dengan pangsa di segmen mobil listrik diproyeksikan mencapai 13 persen.

FAQ seputar mobil China di Inggris

Mengapa mobil China cepat berkembang di Inggris?

Karena harga kompetitif, teknologi baterai kuat, dan Inggris belum menerapkan tarif tambahan impor mobil China.

Merek mobil China apa yang paling laku di Inggris?

MG, BYD, dan Jaecoo menjadi kontributor utama penjualan mobil China di Inggris.

Apakah ekspansi mobil China berdampak pada merek lain?

Ya, merek Jepang seperti Nissan dan Toyota mengalami penurunan pangsa pasar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

ICC Banking Commission Ungkap 3 Tantangan Perdagangan Global di 2026

12 Jan 2026, 16:00 WIBBusiness