Jakarta, FORTUNE - Emiten ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menilai kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap bisnis maupun peta persainganbisnis ritel modern di Indonesia. Perseroan tetap melanjutkan strategi ekspansi secara selektif sembari memperkuat rantai pasok dan daya saing operasional untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen MPPA menyatakan bahwa model bisnis KDMP saat ini masih berbeda dengan format usaha ritel modern yang dijalankan perseroan. Seperti diketahui, MPPA mengoperasikan berbagai format ritel, mulai dari supermarket hingga hypermarket, yang didukung sistem rantai pasok terintegrasi, standar operasional yang konsisten, serta pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan koperasi desa.
"Kehadiran KDMP belum secara langsung mengubah peta persaingan ritel modern secara material," kata manajemen dalam keterbukaan informas kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6).
Namun, perseroan terus mencermati perkembangan KDMP sebagai bagian dari lanskap kompetisi yang perlu dimonitor secara berkelanjutan, khususnya apabila di kemudian hari terdapat perluasan fungsi, skala operasional, maupun pola distribusi KDMP yang bersinggungan dengan segmen pasar perseroan
Manajemen juga mengungkapkan, hingga kini MPPA belum menemukan adanya gerai yang terdampak secara signifikan akibat keberadaan KDMP. Perseroan menegaskan tidak ada penutupan toko yang disebabkan langsung oleh peluncuran program tersebut.
“Sampai saat ini tidak terdapat penutupan toko/gerai perseroan yang disebabkan secara langsung oleh pendirian atau peluncuran KDMP,” ujar manajemen.
Menurut perusahaan, evaluasi maupun penyesuaian portofolio gerai yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari proses bisnis rutin yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kinerja toko, potensi pasar, struktur biaya operasional, masa sewa, dan strategi optimalisasi jaringan usaha.
Dari sisi operasional, MPPA menilai KDMP belum memengaruhi rantai pasok perusahaan. Perseroan masih didukung jaringan pemasok, distributor, dan sistem pengadaan yang terintegrasi secara nasional sehingga ketersediaan barang, harga pembelian, maupun distribusi produk ke gerai tetap berjalan normal.
Meski demikian, perusahaan tetap mencermati perkembangan KDMP, terutama jika ke depan terjadi perluasan skala usaha atau perubahan pola distribusi yang berpotensi mempengaruhi struktur pasar ritel dan distribusi kebutuhan pokok di tingkat regional.
Untuk menjaga pertumbuhan, khususnya di wilayah pedesaan, MPPA mengandalkan strategi penguatan format gerai yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan pasar lokal. Perseroan juga fokus pada penyediaan produk kebutuhan sehari-hari, termasuk kategori fresh food, FMCG, private label, serta produk dengan harga ekonomis.
Selain itu, perusahaan terus meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui optimalisasi distribusi, pengadaan, dan pengelolaan persediaan. MPPA juga memperkuat pendekatan omnichannel dengan mengintegrasikan jaringan gerai fisik, program loyalitas pelanggan, kanal digital, serta sinergi dengan anak usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
