Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
MPPA Sebut Kopdes Merah Putih Belum Berpengaruh ke Persaingan Bisnis Ritel
Hypermart Lippo Plaza (Instagram/hypermart_sidoarjo)
  • MPPA menilai program Koperasi Desa Merah Putih belum berdampak signifikan terhadap bisnis ritel modern dan tetap fokus memperkuat rantai pasok serta ekspansi selektif untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
  • Perusahaan mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan penjualan naik 4,5 persen menjadi Rp2,20 triliun dan laba bersih berbalik positif Rp1,6 miliar setelah rugi di periode sebelumnya.
  • MPPA akan melanjutkan strategi penguatan format gerai efisien, memperluas kanal digital dan omnichannel, serta fokus pada produk kebutuhan sehari-hari guna mempertahankan profitabilitas dan daya saing pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Emiten ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menilai kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap bisnis maupun peta persainganbisnis ritel modern di Indonesia. Perseroan tetap melanjutkan strategi ekspansi secara selektif sembari memperkuat rantai pasok dan daya saing operasional untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Manajemen MPPA menyatakan bahwa model bisnis KDMP saat ini masih berbeda dengan format usaha ritel modern yang dijalankan perseroan. Seperti diketahui, MPPA mengoperasikan berbagai format ritel, mulai dari supermarket hingga hypermarket, yang didukung sistem rantai pasok terintegrasi, standar operasional yang konsisten, serta pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan koperasi desa.

"Kehadiran KDMP belum secara langsung mengubah peta persaingan ritel modern secara material," kata manajemen dalam keterbukaan informas kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6).

Namun, perseroan terus mencermati perkembangan KDMP sebagai bagian dari lanskap kompetisi yang perlu dimonitor secara berkelanjutan, khususnya apabila di kemudian hari terdapat perluasan fungsi, skala operasional, maupun pola distribusi KDMP yang bersinggungan dengan segmen pasar perseroan

Manajemen juga mengungkapkan, hingga kini MPPA belum menemukan adanya gerai yang terdampak secara signifikan akibat keberadaan KDMP. Perseroan menegaskan tidak ada penutupan toko yang disebabkan langsung oleh peluncuran program tersebut.

“Sampai saat ini tidak terdapat penutupan toko/gerai perseroan yang disebabkan secara langsung oleh pendirian atau peluncuran KDMP,” ujar manajemen.

Menurut perusahaan, evaluasi maupun penyesuaian portofolio gerai yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari proses bisnis rutin yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kinerja toko, potensi pasar, struktur biaya operasional, masa sewa, dan strategi optimalisasi jaringan usaha.

Dari sisi operasional, MPPA menilai KDMP belum memengaruhi rantai pasok perusahaan. Perseroan masih didukung jaringan pemasok, distributor, dan sistem pengadaan yang terintegrasi secara nasional sehingga ketersediaan barang, harga pembelian, maupun distribusi produk ke gerai tetap berjalan normal.

Meski demikian, perusahaan tetap mencermati perkembangan KDMP, terutama jika ke depan terjadi perluasan skala usaha atau perubahan pola distribusi yang berpotensi mempengaruhi struktur pasar ritel dan distribusi kebutuhan pokok di tingkat regional.

Untuk menjaga pertumbuhan, khususnya di wilayah pedesaan, MPPA mengandalkan strategi penguatan format gerai yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan pasar lokal. Perseroan juga fokus pada penyediaan produk kebutuhan sehari-hari, termasuk kategori fresh food, FMCG, private label, serta produk dengan harga ekonomis.

Selain itu, perusahaan terus meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui optimalisasi distribusi, pengadaan, dan pengelolaan persediaan. MPPA juga memperkuat pendekatan omnichannel dengan mengintegrasikan jaringan gerai fisik, program loyalitas pelanggan, kanal digital, serta sinergi dengan anak usaha untuk memperluas jangkauan pasar.

Jaga Pangsa Pasar

Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (IDN Times/Hendra Lianor)

MPPA menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pangsa pasa, jika ke depan segmen pasar KDMP mulai bersinggungan dengan segmen pasar perseroan.

Langkah tersebut antara lain memperkuat diferensiasi layanan, menjaga kelengkapan produk, meningkatkan kualitas produk segar, menawarkan harga yang kompetitif, serta mengoptimalkan produk private label.

Di sisi ekspansi, manajemen menegaskan bahwa keberadaan KDMP belum mengubah rencana pertumbuhan jangka menengah perusahaan. MPPA tetap menjalankan ekspansi secara terukur dengan mempertimbangkan potensi wilayah, profil konsumen, tingkat persaingan, serta kelayakan ekonomi masing-masing lokasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan akan berfokus pada penguatan bisnis inti ritel modern melalui peningkatan produktivitas gerai, pengembangan format toko yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen, penguatan rantai pasok, serta pengembangan ekosistem digital dan omnichannel.

Perseroan juga menyatakan belum terdapat komunikasi maupun penjajakan kerja sama yang bersifat material dengan pengelola KDMP. Namun, MPPA membuka peluang untuk mengevaluasi potensi kolaborasi ke depan.

“Perseroan terbuka untuk mengevaluasi potensi kerja sama di masa mendatang sepanjang sejalan dengan strategi bisnis perseroan, memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham,” ujar manajemen.

Balik Kerugian jadi Laba

Logo Hypermart. (Shutterstock/sofirinaja)

Sepanjang kuartal I 2026, MPPA mencatat perbaikan kinerja seiring mulai terlihatnya hasil dari transformasi bisnis yang dijalankan.

Penjualan bersih perseroan tumbuh 4,5 persen secara tahunan menjadi Rp2,20 triliun pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sepanjang 2025 yang sebesar 1,9 persen. Kenaikan ini didorong oleh momentum musim perayaan (festive season), penguatan inisiatif strategis yang meningkatkan keterlibatan pelanggan, serta kontribusi positif dari entitas anak perusahaan. Ekspansi ke segmen pasar baru dan peluncuran format gerai baru juga mulai memberikan hasil.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bruto meningkat 9,3 persen menjadi Rp354 miliar. Pencapaian tersebut ditopang oleh perbaikan bauran penjualan, optimalisasi portofolio produk, serta pengelolaan biaya pengadaan yang lebih efisien dan disiplin.

Perbaikan kinerja juga tercermin pada laba operasional yang melonjak 235,6 persen menjadi Rp34 miliar dari Rp10 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan efektivitas langkah efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan serta mulai terlihatnya dampak investasi yang dilakukan sepanjang 2025.

MPPA juga berhasil membalikkan kinerja laba bersih menjadi positif sebesar Rp1,6 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan rugi bersih Rp22,3 miliar yang dicatat pada kuartal I 2025. Hasil tersebut menandai kemajuan pemulihan keuangan perusahaan dan menunjukkan bahwa bisnis ritel inti mulai kembali menopang profitabilitas.

CEO MPPA, Adrian Suherman, mengatakan hasil kuartal pertama tahun ini menunjukkan transformasi yang dijalankan perusahaan mulai menghasilkan dampak nyata. Menurutnya, pertumbuhan penjualan, peningkatan laba operasional, dan kembalinya laba bersih mencerminkan efektivitas strategi yang telah dieksekusi selama setahun terakhir.

“Rebranding yang kami lakukan mendapat respons positif dari pelanggan, dan kami mulai melihat hasil finansial dari investasi yang telah dilakukan. Kami akan terus menjaga momentum ini untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, seiring eksekusi visi ritel yang berorientasi pada pelanggan,” ujar Adrian.

Ke depan, MPPA akan fokus pada pendalaman penetrasi di segmen kebutuhan sehari-hari dan produk segar, memperluas jangkauan program loyalitas, serta mengakselerasi transformasi digital untuk memperkuat keterlibatan pelanggan lintas kanal. Dengan disiplin operasional yang terus dijaga dan semangat tim yang semakin solid, MPPA optimis dapat mempertahankan tren profitabilitas yang positif dan menciptakan nilai jangka panjang.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article