Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Perkuat Armada Rental, ASSA Tambah Utang Rp500 M dari QNB

ASSA menargetkan mengoperasikan 30.000 unit kendaraan rental pada 2023.
Dok. Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
Intinya sih...
  • ASSA mendapat tambahan utang Rp500 miliar dari QNB Indonesia untuk memperkuat armada rental.
  • Alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp1,5 triliun dengan 30.000 unit armada roda dua dan empat.
  • Pendapatan konsolidasi ASSA tumbuh 21 persen menjadi Rp4,41 triliun, dengan bisnis penyewaan kendaraan dan autopool berkontribusi 34 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten yang bergerak di ekosistem bisnis rental kendaraan, logistik dan kendaraan bekas, memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp500 miliar dari QNB Indonesia. Seluruh dana tersebut dialokasikan secara penuh untuk pembelian unit armada baru.

Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto mengatakan, penguatan armada rental menjadi salah satu strategi utama ASSA tahun ini untuk mendorong peningkatan kinerja serta memperkuat prospek pertumbuhan tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

Komitmen ASSA dalam memperkuat lini bisnis penyewaan kendaraan juga terlihat dari alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp1,5 triliun. Hingga September, ASSA telah menyerap Rp1,04 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pembelian armada baru. Saat ini total armada ASSA baik roda dua maupun roda empat, telah mencapai 30.000 unit.

“Pencapaian pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan layanan sewa kendaraan ASSA terus meningkat. Didukung dengan proyeksi bisnis penyewaan kendaraan yang terus berkembang, ASSA mengambil langkah peremajaan dan penambahan armada baru untuk menjaga momentum kinerja positif hingga beberapa tahun ke depan,” ujar Prodjo Sunarjanto dalam keterangan tertulis, Senin (8/12).

Pada bisnis penyewaan kendaraan, ASSA mempertahankan jumlah armada tersebut untuk memaksimalkan tingkat utilisasi agar tetap optimal. Hingga kuartal ketiga tahun ini, ASSA mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) menjadi Rp4,41 triliun.

Seluruh lini bisnis ASSA menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk lini bisnis penyewaan kendaraan dan autopool. Lini bisnis ini membukukan Rp1,2 triliun atau naik 4 persen secara tahunan serta berkontribusi sebesar 34 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Bisnis penyewaan dan autopool pun tetap stabil karena ditopang pelanggan B2B dengan kontrak tahunan yang menjaga tarif dan utilisasi tetap solid.

Menurutnya, basis pelanggan yang beragam menjadi salah satu keunggulan utama lini bisnis rental ASSA, guna mengurangi ketergantungan dari satu sektor saja. Dengan portofolio pelanggan yang lebih beragam, perlambatan di sektor tertentu seperti efisiensi anggaran tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja ASSA.

Tahun ini, ASSA menargetkan pertumbuhan segmen rental sebesar 5-10 persen. Perusahaan optimis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

MEJA Transformasi Bisnis ke Tambang, Akuisisi Perusahaan Batu Bara Senilai Rp1,6 T

20 Jan 2026, 17:16 WIBBusiness