Pertagas Salurkan 125 MMSCFD ke RDMP Balikpapan

- Pertagas mendukung RDMP Balikpapan dengan membangun pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 km untuk menyalurkan gas bumi dengan kapasitas 125 MMSCFD.
- Suplai gas yang andal melalui jaringan pipa ini memastikan operasional kilang yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sesuai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
- Proyek pipa gas ini mengusung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 51 persen, turut mendorong penguatan industri nasional dan ketahanan energi nasional.
Jakarta, FORTUNE - Presiden RI, Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada 12 Januari 2025. Sejalan dengan beroperasinya proyek baru tersebut, subholding PT Pertamina Gas (Pertagas) turut ambil bagian guna mendukung kelancaran operasionalnya.
Direktur Utama Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, mengatakan dukungan itu dilakukan melalui pembangunan pipa gas terintegrasi Senipah–Balikpapan. Infrastruktur ini menopang peningkatan kapasitas pengolahan dan produksi Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Refinery Unit (RU) V.
"Interkoneksi Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang kurang lebih 78 kilometer dibangun untuk menyalurkan gas bumi dari wilayah hulu yaitu K3S di Senipah, Kalimantan Timur, menuju ke kilang Balikpapan dengan kapasitas penyaluran mencapai 125 MMSCFD," ujar Indra dalam ketrangan resmi, Selasa (13/1).
Suplai gas melalui jaringan pipa ini sekaligus menjadikan operasional kilang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060. Proyek pipa gas ini mengusung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 51 persen, sehingga turut mendorong penguatan industri nasional.
Pertagas berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam penguatan ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang andal, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional kilang.
RDMP Balikpapan dilengkapi fasilitas utama berupa Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan pengoperasian CDU sebagai jantung kilang, kapasitas pengolahan Balikpapan meningkat dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi BBM untuk Indonesia bagian timur.


















