Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Plaza Indonesia Bidik Okupansi Mal Capai 80% pada 2026

Plaza Indonesia
Plaza Indonesia (instagram.com/plazaindonesia)
Intinya sih...
  • PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menargetkan okupansi The Plaza sebagai aset perkantoran premium mencapai 90% pada 2026.
  • Tingkat okupansi mall di atas 80% dengan jumlah tenant sekitar 370-380, didukung oleh membaiknya indikator ekonomi dan pemulihan konsumsi kelas menengah yang selektif.
  • Perseroan optimistis terhadap fundamental yang relatif resilien di tahun 2026, didukung peningkatan belanja pemerintah dalam APBN dan strategi pengelolaan serta penyesuaian tenant mix.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) membidik pertumbuhan okukpansi mal di atas 80 persen tahun ini. Target ini ditetapkan seiring dengan ekspektasi pemulihan konsumsi kelas menengah yang diperkirakan bakal terjadi tahun ini.

Direktur PLIN Evy Tirtasudira mengatakan, perusahaan memperkirakan bahwa tingkat okupansi The Plaza sebagai aset perkantoran premium diproyeksikan mencapai 90 persen pada 2026.

"Sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio properti, tingkat okupansi mall berada di atas 80 persen dengan jumlah tenant pada tahun 2026 sekitar 370 -380 tenant," kata Evy dalam keterangan resmi, Selasa (6/1).

Menurut Evy, target tersebut terdorong oleh membaiknya indikator ekonomi, seperti kelas menengah menunjukkan pemulihan secara bertahap, namun dengan pola konsumsi yang lebih selektif dan berorientasi pada nilai (valueoriented).

Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,0–5,4 persen. Angka tersebut dinilai relatif stabil, kendati masih dibayangi ketidakpastian global serta pemulihan daya beli yang belum merata.

Di sektor perhotelan, kebijakan efisiensi belanja pemerintah sejak 2025, terutama pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan MICE, memberikan tekanan. Namun demikian industri ini mempertahankan kinerja melalui penurunan tarif kamar untuk menarik pasar domestik dan wisatawan leisure, yang pada akhirnya memperketat persaingan harga.

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perseroan menilai bahwa tahun 2026 akan ditandai oleh fundamental yang relatif resilien namun tetap diiringi dengan sikap kehati-hatian (cautiously optimistic)," ujar Evy.

Optimisme tersbut juga didukung oleh peningkatan belanja pemerintah pada APBN 2026 senilai Rp3.842,7 triliun atau tumbuh sekitar 8,9 persen secara tahunan. Hal ini diharapkan menjadi pendorong konsumsi domestik.

Merespons arah kebijakan tersebut, PLIN mengambil strategi pengelolaan dan penyesuaian tenant mix agar tetap mendukung kinerja bisnis pusat perbelanjaan.

Sementara di lini perhotelan, perseroan mengarahkan fokus pada segmen korporasi dan ritel yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Dengan kondisi tersebut, perseroan belum berencana melakukan aksi korporasi strategis seperti ekspansi, merger, akuisisi, maupun restrukturisasi utang dan permodalan, melainkan lebih memilih berfokus pada penyesuaian tenant dan segmen korporasi.

Adapun, untuk belanja modal tahun ini menurutnya akan lebih banyak diarahkan untuk program peremajaan area publik secara berkala. Namun, untuk alokasi anggaran capex tahun ini, perusahaan masih menghitung dan disesuaikan dengan proyek-proyek prioritas.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Mitra Komunikasi (MKNT) Raih Rp822 M, Untuk Danai Akuisisi 2 Perusahaan

08 Jan 2026, 00:07 WIBBusiness