Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cadangan Listrik Sumut Tinggal 4%, PLTA Batang Toru Dikebut
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat meninjau Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTA Batang Toru pada Kamis (30/7). (Dok. ESDM)
  • Waduk PLTA Batang Toru mulai digenangi untuk menguji seluruh fasilitas pembangkit berkapasitas 510 MW.

  • Kementerian ESDM menargetkan pembangkit beroperasi sebelum periode Natal dan Tahun Baru karena cadangan listrik Sumatera Utara terbatas.

  • Setelah pengujian instrumen dan integrasi dengan jaringan PLN, PLTA Batang Toru dapat beroperasi secara resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10)

Waduk PLTA Batang Toru mulai digenangi.

Senin (12/10)

Yuliot menyampaikan cadangan operasional kelistrikan Sumatera Utara hanya 4 persen.

Saat ini

Sistem Sumatra Bagian Utara masih ditopang pasokan dari Sumatra Bagian Selatan melalui jaringan transmisi.

triwulan IV 2026

Proses penggenangan dipercepat dan dilanjutkan dengan pengujian seluruh instrumen.

dua pekan

Pengujian seluruh instrumen pembangkit dilakukan selama dua pekan.

Natal dan Tahun Baru

Kementerian ESDM menargetkan PLTA Batang Toru dapat beroperasi sebelum periode tersebut.

empat hingga lima tahun ke depan

Kapasitas PLTA Batang Toru diperkirakan mampu memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera Utara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Waduk PLTA Batang Toru mulai digenangi sebagai syarat pengujian seluruh fasilitas pembangkit berkapasitas 510 MW.
  • Who?
    Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan perkembangan penggenangan dan target operasional PLTA Batang Toru.
  • Where?
    PLTA Batang Toru berada di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
  • When?
    Penggenangan dimulai pada Jumat (9/10), dengan proses dipercepat pada triwulan IV 2026.
  • Why?
    Cadangan operasional sistem kelistrikan Sumatera Utara hanya 4 persen, sementara kebutuhan listrik periode Natal dan Tahun Baru dinilai meningkat.
  • How?
    Fasilitas pembangkit diuji selama dua pekan, kemudian menjalani uji coba integrasi dengan jaringan PT PLN (Persero).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Waduk PLTA Batang Toru mulai diisi air. Yuliot dari Kementerian ESDM menjelaskan air itu dipakai untuk menguji pembangkit listrik. Listrik di Sumatera Utara sedang punya cadangan sedikit. Setelah alat diuji dan dicoba bersama jaringan PLN, pembangkit ini diharapkan bisa beroperasi sebelum Natal dan Tahun Baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapasitas 510 MW PLTA Batang Toru berpotensi memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera Utara selama empat hingga lima tahun ke depan. Proyek ini juga mengandalkan tenaga lokal dan penggunaan peralatan dalam negeri sejauh memungkinkan, sementara pengujian bertahap dilakukan sebelum pembangkit beroperasi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi pada Jumat (9/10).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan beroperasinya PLTA Batang Toru kian mendesak, di tengah cadangan sistem kelistrikan Sumatera Utara yang menipis.

"Cadangan operasional hanya 4 persen dari yang idealnya sekitar 15 sampai 20 persen," ungkap Yuliot dikutip dari keterangan tertulis, Senin (12/10).

Kementerian ESDM menargetkan pembangkit tersebut dapat beroperasi sebelum periode Natal dan Tahun Baru seiring meningkatnya kebutuhan listrik pada periode tersebut.

Saat ini, sistem Sumatra Bagian Utara masih ditopang pasokan dari Sumatra Bagian Selatan melalui jaringan transmisi. Beban listrik di Sumatera Utara bertambah mencapai sekitar 100 hingga 120 MW per tahun. Maka dari itu, kapasitas PLTA Batang Toru sebesar 510 MW diperkirakan mampu memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di provinsi tersebut selama empat hingga lima tahun ke depan.

Yuliot menjelaskan penggenangan dilakukan sebagai syarat untuk menguji seluruh fasilitas pembangkit, mulai dari powerhouse, ketinggian genangan sesuai target, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.

Proses penggenangan dipercepat pada triwulan IV 2026 dan dilanjutkan dengan pengujian seluruh instrumen selama dua pekan. Setelah tahap tersebut, pembangkit akan menjalani uji coba integrasi dengan jaringan PT PLN (Persero) sebelum dapat beroperasi secara resmi.

"Jadi, tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat layak operasi," kata Yuliot.

Penggenangan waduk dilakukan setelah persoalan administrasi rampung, termasuk kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dan Kementerian Kehutanan. Proses penyelesaian tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Kejaksaan Agung.

Dari sisi pasokan air, PLTA Batang Toru mengandalkan aliran sungai yang terhubung dengan Danau Toba. Sumber air tersebut dinilai dapat mendukung operasional pembangkit, termasuk ketika terjadi fenomena El Nino. Namun, kecukupan pasokan air untuk operasi jangka panjang tetap bergantung pada kondisi hidrologi.

Proyek strategis nasional senilai Rp21,6 triliun ini terdiri atas empat unit pembangkit masing-masing 127,5 MW. Pengembangnya, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), telah menyiapkan kajian pengembangan tahap kedua berkapasitas 160 MW. Yuliot memastikan sebagian besar pekerja proyek merupakan tenaga lokal, dan peralatan dalam negeri dimanfaatkan sejauh memungkinkan.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article