Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Bidik Serapan Investasi Rp115 Triliun Lewat 37 Proyek
Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026/Dok Pemprov DKI Jakarta
  • Pemprov DKI Jakarta membidik serapan investasi Rp115 triliun melalui JIF Summit 2026, dengan menawarkan 37 proyek siap investasi yang dikelola BUMD, BUMN, dan BLUD.
  • Investasi diarahkan ke 13 kawasan prioritas, termasuk Ancol–JIS, Blok M–ASEAN, Kota Tua–Harmoni, Dukuh Atas, Monas, Kepulauan Seribu, serta kawasan pesisir Jakarta.
  • Jakarta mengandalkan pertumbuhan ekonomi 5,52 persen pada semester I-2026 dan realisasi investasi Rp173,6 triliun untuk memperkuat kepercayaan investor serta transformasi kota global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Jakarta naik dari peringkat 74 menjadi 71 dalam Kearney Global City Index.

semester I-2026

Ekonomi DKI Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

enam bulan pertama 2026

Realisasi investasi Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau sekitar US$10,5 miliar.

Jumat (28/8)

Pramono Anung menyampaikan target serapan investasi Rp115 triliun melalui JIF Summit 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov DKI Jakarta membidik serapan investasi hingga Rp115 triliun melalui JIF Summit 2026.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, BUMD, BUMN, dan BLUD terlibat dalam proyek yang ditawarkan.
  • Where?
    Jakarta, termasuk 13 kawasan prioritas seperti Ragunan, Ancol–JIS, Blok M–ASEAN, Kota Tua–Harmoni, dan Kepulauan Seribu.
  • When?
    Target disampaikan melalui JIF Summit 2026. Pramono Anung menyampaikan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat (28/8).
  • Why?
    Investasi diarahkan untuk membuka peluang, membangun koneksi dan kolaborasi strategis, serta mendorong Jakarta menjadi kota global yang kuat, adaptif, dan berdaya saing.
  • How?
    Pemprov DKI menyiapkan 37 proyek ready to offer dan pengembangan 13 kawasan prioritas untuk menangkap peluang investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta mau mencari uang investasi sampai Rp115 triliun lewat JIF Summit 2026. Gubernur Pramono Anung bilang ada 37 proyek yang bisa ditawarkan. Uang itu juga untuk 13 tempat penting di Jakarta. Sampai enam bulan pertama 2026, investasi Jakarta sudah mencapai Rp173,6 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyediaan 37 proyek ready to offer dan pengembangan 13 kawasan prioritas menunjukkan upaya Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan peluang investasi jangka panjang. Arah ini didukung realisasi investasi Rp173,6 triliun hingga enam bulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi 5,52 persen, serta perbaikan peringkat Jakarta dalam Kearney Global City Index.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membidik potensi serapan investasi hingga Rp115 triliun (sekitar US$7 miliar) melalui ajang Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026. Target tersebut mencakup penawaran 37 proyek ready to offer yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta pengembangan 13 kawasan prioritas di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan penyelenggaraan JIF 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkuat jaringan bisnis, kolaborasi, dan gagasan guna menopang transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing tinggi.

“Melalui JIF 2026, diharapkan terbuka semakin banyak peluang investasi, terbangun koneksi dan kolaborasi strategis, serta terjadi pertukaran gagasan mengenai bagaimana investasi, inovasi, dan kolaborasi dapat mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Pramono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (28/8).

Sektor investasi tersebut akan diarahkan pada 13 kawasan prioritas, meliputi Bumi Perkemahan Ragunan, Ancol–Jakarta International Stadium (JIS), Blok M–ASEAN, Kota Tua–Harmoni, Cawang Hub, Dukuh Atas, Waduk Melati, Monumen Nasional (Monas), Pasar Baru, Cikini, Grogol–Petamburan, Velodrome, hingga Kepulauan Seribu dan Kawasan Pesisir Jakarta.

Pramono menegaskan kinerja ekonomi makro yang solid menjadi modal utama Jakarta dalam menarik minat investor. Pada semester I-2026, perekonomian DKI Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejalan dengan itu, realisasi investasi di Jakarta sepanjang enam bulan pertama 2026 telah menembus Rp173,6 triliun atau setara US$10,5 miliar. Daya saing ekonomi wilayah ini juga tecermin pada kenaikan posisi Jakarta dalam Kearney Global City Index, yang naik dari peringkat 74 menjadi 71 pada 2025.

Menurut Pramono, tingginya kepercayaan pasar harus diterjemahkan menjadi peluang investasi jangka panjang melalui penyiapan berbagai proyek strategis. “Jakarta tetap tangguh dan pasar terus memiliki kepercayaan terhadap kota ini,” kata Pramono.

Editorial Team

Related Article