Martha Tilaar memulai bisnis kecantikan pada 1970 dengan membuka salon sederhana di rumah dan garasi keluarganya di Menteng, Jakarta Pusat. Usaha tersebut menjadi awal berdirinya Martha Tilaar Group.
Setelah dua tahun merintis usaha, Martha mengunjungi sejumlah pusat kecantikan di Eropa untuk memperluas pengetahuannya. Pengalaman tersebut mendorongnya mengembangkan produk perawatan berbahan rempah-rempah.
Pada 1972, ia membuka salon kedua yang menawarkan perawatan kecantikan tradisional. Bisnisnya semakin berkembang pada 1977 ketika Martha mendirikan PT Martina Berto bersama Theresia Harsini Setiady dan Bernard Pranata.
Perusahaan kosmetik dan jamu tersebut kemudian membangun pabrik pada 1981 dan 1986. Sepanjang 1988–1990, Martina Berto memperluas portofolio produknya melalui berbagai merek, seperti Sariayu, Cempaka, Pesona, Caring Colours Martha Tilaar, Belia, dan Biokos.
Seiring perkembangannya, Martha Tilaar Group membawahi sejumlah perusahaan, termasuk PT Martina Berto Tbk, PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, PT Cantika Puspa Pesona, PT Creative Style Mandiri, dan PT Kreasi Boga Primatama.
Salah satu perusahaan dalam grup tersebut, PT Martina Berto Tbk (MBTO), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2011.
Selain mengembangkan produk kecantikan, Martha mendirikan Puspita Martha International Beauty School. Lembaga pendidikan itu berfokus pada pelatihan tenaga profesional di bidang tata rias, tata rambut, dan perawatan tubuh.