Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Proyek DME Mulai Jalan Lagi, Dimotori MIND ID dan Diserap Pertamina

WhatsApp Image 2026-01-10 at 09.28.20.jpeg
Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan Strategis Penguatan Rantai Mineral Batu bara, dan Energi Nasional antara Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dengan Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, disaksikan Chief Technology Officer (CTO) BPI Danatara, Sigit Puji Santoso di Jakarta( Dok. Pertamina)
Intinya sih...
  • DME merupakan substitusi LPG, yang selama ini bergantung pada impor.
  • Pertamina berperan sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi.
  • Kolaborasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Holding industri pertambangan Indonesia (MIND ID) bersama PT Pertamina (Persero) resmi mengaktifkan kembali proyek strategis hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Langkah ini menjadi tulang punggung strategi nasional dalam memangkas ketergantungan impor LPG yang terus membebani neraca perdagangan.

Sinergi strategis ini dikukuhkan melalui kesepakatan yang disaksikan langsung oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santoso, Jumat (9/1).

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan konsumsi LPG nasional pada 2026 akan mencapai 10 juta metrik ton. Namun, kemampuan produksi dalam negeri saat ini hanya mampu menyuplai sekitar 1,4 juta metrik ton. Kesenjangan 8,6 juta ton inilah yang selama ini dipenuhi melalui impor.

Melalui teknologi gasifikasi, batu bara kalori rendah diolah menjadi gas sintesis yang kemudian diproses menjadi DME. Produk ini dirancang sebagai substitusi langsung LPG bagi sektor rumah tangga dan industri.

“Kolaborasi antar-BUMN strategis akan memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi adalah instrumen penting untuk mengoptimalkan sumber daya dalam negeri sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh,” ujar Sigit dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1).

Dalam kemitraan ini, Pertamina bertindak sebagai offtaker sekaligus agregator infrastruktur distribusi. Dengan jaringan logistik yang tersebar di seluruh Indonesia, Pertamina memastikan produk hilirisasi seperti DME dan synthetic natural gas (SNG) dapat terserap secara optimal.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan komitmennya dalam mendukung proyek ini.

“Pertamina siap mengoptimalkan infrastruktur distribusi untuk mendukung hilirisasi bersama MIND ID. Ini langkah konkret mengurangi impor LPG dan menyediakan energi yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan proyek ini bukan sekadar soal energi, melainkan penciptaan nilai tambah ekonomi, termasuk pembukaan lapangan kerja baru di area pertambangan dan pengolahan.

Proyek DME sempat mengalami ketidakpastian setelah mundurnya investor asal Tiongkok pada periode sebelumnya. Namun, di bawah supervisi BPI Danantara, proyek ini kini difokuskan pada kekuatan domestik dan integrasi antar-BUMN untuk memastikan keberlanjutan program jangka panjang.

Selain penguatan internal, pemerintah juga memberikan dukungan administratif berupa penegakan kode etik dan izin praktik bagi konsultan yang terlibat, guna memastikan tata kelola proyek berjalan transparan dan akuntabel.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More

Baru Dibuka, FLFO Taksir Gerai B&B Italia Sumbang Pendapatan Rp100 M

12 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness