Jakarta, FORTUNE – Konsultan strategi global Roland Berger membukukan pendapatan sebesar €1,01 miliar pada 2025, menjadikannya tahun paling sukses dalam sejarah perusahaan sejak didirikan pada 1967.
Kinerja tersebut diraih di tengah kondisi pasar yang semakin menantang, di mana klien semakin menuntut efisiensi dan hasil yang terukur. Pertumbuhan bisnis perusahaan didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap proyek integrasi kecerdasan buatan (AI), digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi rantai pasok.
Wilayah Asia menjadi kontributor utama pertumbuhan Roland Berger dengan kenaikan pendapatan sebesar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut melampaui laju pasar dan menjadi yang tertinggi di antara seluruh wilayah operasional perusahaan. Selain Asia, sejumlah pasar inti lainnya juga mencatatkan pertumbuhan dua digit.
Global Managing Director Roland Berger, Denis Depoux, mengatakan kebutuhan transformasi bisnis dan regionalisasi rantai pasok menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan di Asia.
“Asia memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan kami dengan kenaikan 19 persen secara tahunan. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan transformasi dan regionalisasi rantai pasok, baik bagi perusahaan multinasional global maupun perusahaan multinasional asal Asia,” ujar Depoux dalam keterangannya (18/6).
Menurutnya, meningkatnya permintaan regional dan ekspor di kawasan Asia menuntut perusahaan untuk melakukan transformasi rantai nilai secara cepat, mulai dari inovasi, percepatan siklus pengembangan produk hingga peningkatan kualitas dan efisiensi biaya manufaktur.
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Depoux menilai posisi Roland Berger sebagai satu-satunya konsultan strategi global besar yang berakar dari Eropa menjadi keunggulan kompetitif tersendiri.
