Jakarta, FORTUNE - Laba bersih emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) turun signifikan kendati laba sebelum sunga, pajak, depresiasi, & amortisasi alias EBITDA perseroan mengalami peningkatan.
Sepanjang tahun lalu, SOCI membuikukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$7,6 juta, turun 55,2 persen jika dibadingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$17,1 juta.
Manajemen SOCI mengatakan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh adanya rugi atas pelepasan aset tetap senilai US$7,6 juta yakni pelepasan dua unit kapal yang dilakukan pada tahun 2025. Namun, rugi atas pelepasan kedua kapal merupakan rugi yang bersifat nonkas (non-cash item).
SOCI memiliki kebijakan untuk melepas kapal yang usianya telah tinggi dan tidak lagi efisien dalam kegiatan operasioanalnya. Namun SOCI akan melihat peluang untuk mengakuisisi kapal dengan usia yang lebih rendah.
"Kedua kapal yang dilepas telah memberikan kontribusi pendapatan selama hampir 15 tahun untuk perseroan. Keduanya masing-masing telah berusia 25 tahun dan 30 tahun," tulis manajemen SOCI dikutip daro keterbukaan informasi BEI, Rabu (25/2).
Di sisi lain, SOCI melaporkan EBITDA mencapai USS$62,9 juta, tumbuh 2,6 persen dibandingkan 2024. Pertumbuhan EBITDA ini ditopang oleh cukup solidnya kinerja marjin profitabilitas. Perseroan mencatat marjin EBITDA sebesar 40,5 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 37,0 persen.
Di sisi lain, SOCI meraih total pendapatan US$155,3 juta, terdiri dari pendapatan segmen pelayaran senilai US$135,5 juta, pendapatan segmen galangan kapal senilai US$19,7 juta, dan pendapatan lain-lain senilai US$44,8 ribu. Pada pendapatan segmen pelayaran, emiten pelayaran ini mencatat pendapatan time charter senilai US$115,1 juta dan pendapatan spot charter sebesar US$20,4 juta.
Menurut manajemen SOCI, industri penyewaan kapal tanker baik di pasar Indonesia maupun untuk pelayaran internasional masih seimbang dengan utilisasi rata-rata armada kapal 86 persen pada 2025. Pada pendapatan segmen galangan kapal, SOCI menangani sebanyak 37 unit kapal yang utamanya merupakan pekerjaan dry docking serta reparasi kapal.
"Kami melihat peluang pasar yang masih sangat baik dari segmen pekerjaan perbaikan & perawatan kapal pada 2025. Agar dapat layak operasi di perairan, setiap kapal perlu melakukan perawatan secara rutin di galangan kapal," ujarnya.
Meski telah melepas kapal, SOCI juga mengakuisisi dua kapal pada tahun lalu. Aksi ini direalisasikan pada kuartal I 2025 denga mengakuisisi satu unit kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) dengn kapasitas sekitar 74.000 Deadweight Tonnage (DWT). Pada kuartal III 2025, SOCI mengakuisisi lagi satu unit kapal tanker minyak ukuran Medium Range (MR) dengan kapasitas mencapai 45.000 DWT. Adapun kedua kapal tersebut telah memperoleh kontrak penyewaan dari pelanggan.
Kedepan, SOCI menyakini industri perkapalan ini masih prospektif dalam jangka panjang seiring dengan permintaan energi yang berkelanjutan. Sektor migas masih menjadi salah satu sumber utama pemenuhan permintaan energi di Indonesia.