Jakarta, FORTUNE - Usai mengantongi status Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK)dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) mendorong penguatan ekosistem bisnis keuangan.
Direktur Operations Maybank Indonesia, Widya Permana mengatakan keberadaan sejumlah entitas dalam konglomerasi membuka ruang bagi perseroan untuk memperluas pilihan produk sesuai kebutuhan nasabah, mulai dari pembiayaan kendaraan dan rumah hingga investasi.
"Hal ini memberikan kesempatan bagi kami untuk bisa melayani nasabah lebih baik lagi menawarkan produk-produk finansial yang lebih relevan dan sesuai dengan setiap kehidupan nasabah," ujar dia.
Dari berbagai produk yang disediakan dalam ekosistem Maybank, Widya menyebut, produk investasi menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati nasabah, terutama dari segmen premium. Menurutnya nasabah tidak hanya mencari produk investasi, tetapi juga membutuhkan informasi mengenai kondisi pasar dan pilihan penempatan dana.
"Terutama di area investasi, dalam kondisi ekonomi ini banyak juga nasabah ingin dapatkan market update dan bagaimana mereka mengalokasikan dana yang bisa memberikan return yang lebih baik untuk mereka," katanya.
Seiring perubahan perilaku nasabah, transaksi melalui kanal digital terus bertumbuh. Namun, Widya enggan menyebutkan angka pertumbuhan transaksinya.
Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) sebesar Rp933 miliar pada semester I 2026, naik 21,8 persen secara tahunan. Laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali mencapai Rp698 miliar, tumbuh 21,2 persen.
Total aset Maybank Indonesia tercatat sekitar Rp213,81 triliun, meningkat 15,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Maybank merampungkan pengambilalihan saham PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Dengan demikian, struktur konglomerasi Maybank Indoesia terdiri atas Maybank Indonesia sebagai perusahaan induk, Maybank Sekuritas Indonesia, Maybank Asset Management, Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, PT Maybank Indonesia Finance, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance).
