Comscore Tracker
BUSINESS

Intip Daftar BUMN Terbesar yang Masuk Fortune 100 Indonesia

Ini BUMN terbesar yang masuk Fortune 100 Indonesia 2022.

Intip Daftar BUMN Terbesar yang Masuk Fortune 100 IndonesiaBUMN. (dok. Kementerian BUMN)

by Tanayastri Dini Isna KH

29 December 2022

Jakarta, FORTUNE – Ada sejumlah nama prominen di daftar perusahaan BUMN terbesar yang masuk Fortune 100 Indonesia 2022. Bahkan, salah satunya menduduki posisi puncak lis perusahaan terbesar secara nasional itu. Siapa saja mereka?

Daftar Fortune 100 Indonesia 2022 sendiri memuat deretan perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatannya pada 2021. Di dalamnya ada perusahaan swasta dan perusahaan pelat merah alias BUMN.

Ada yang peringkatnya naik, ada pula yang turun. Tapi, posisi pertama masih betah ditempati oleh BUMN di bidang energi, yakni PT Pertamina (Persero). Itu berkat pendapatannya yang mencapai Rp820,65 triliun, naik 38,68 persen (YoY). Begitu juga dengan laba bersihnya yang melesat 94,61 persen (YoY) menjadi Rp29,19 triliun.

Lantas, selain Pertamina yang ada di peringkat satu, siapa lagi daftar perusahaan BUMN terbesar yang masuk Fortune 100 Indonesia? Berikut ulasannya.

Daftar perusahaan BUMN terbesar yang masuk Fortune 100 Indonesia 2022

Kementerian BUMN.

Berikut ini beberapa BUMN terbesar yang berhasil masuk lis Fortune Indonesia 100 versi 2022.

  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN

Setelah Pertamina, ada PLN di posisi kedua. Meski jaraknya agak jauh dari Pertamina, pendapatan PLN pada 2021 tetap terbilang besar, yakni Rp368,17 triliun—naik 6,59 persen (YoY). Laba bersihnya bahkan melambung 120,62 persen (YoY) menjadi Rp13,12 triliun.

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Di peringkat keempat ada Bank Rakyat Indonesia, dengan pendapatan Rp191,72 triliun pada 2021, melonjak 25,64 persen (YoY). Laba bersihnya pun naik signifikan, 66,53 persen (YoY), menjadi Rp31,06 triliun. Pada 2022, per kuartal ketiga, laba bersih BBRI juga meroket 103,34 persen menjadi Rp39,31 triliun, dari Rp19,25 triliun. Itu merupakan laba bersih perbankan terbesar di periode tersebut.

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Perusahaan telekomunikasi milik pemerintah ini juga jadi juara bertahan di posisi kelima Fortune 100 Indonesia 2022. Itu berkat pendapatannya senilai Rp143,21 triliun pada 2021, naik 4,94 persen (YoY). Begitu pula dengan laba bersih yang tumbuh 19,02 persen (YoY) menjadi Rp24,76 triliun.

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Satu lagi bank pelat merah di daftar perusahaan BUMN terbesar yang masuk Fortune 100 Indonesia 2022. Bank Mandiri berhasil bertahan di peringkat keenam dengan pendapatan sejumlah Rp141,63 triliun, naik 10,74 persen (YoY). Laba bersihnya juga melonjak 63,72 persen (YoY) menjadi Rp28,02 triliun.

  • Holding BUMN MIND.ID

Holding BUMN pertambangan, MIND.ID menduduki peringkat 10 dalam lis Fortune Indonesia 100 2022, naik empat tingkat dari posisi pada 2021. Total pendapatannya mencapai Rp93,75 triliun pada 2021, naik 40,83 persen (YoY). Begitu pula dengan laba bersihnya yang melambung 1.388,92 persen (YoY) menjadi Rp10,39 triliun.

  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Bank Negara Indonesia atau BNI menduduki peringkat ke-14, turun dari posisi 12 pada Fortune Indonesia 100 2021. Pendapatannya mencapai Rp72,13 triliun pada 2021, turun 3,72 persen (YoY). Tapi, laba bersihnya melonjak 232,23 persen (YoY) menjadi Rp10,89 triliun. Hingga kuartal ketiga 2022, laba bersih BNI pun melesat 76,87 persen (YoY) menjadi Rp13,7 triliun.

  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG

Emiten semen yang baru merampungkan rights issue ini mencatatkan pendapatan senilai Rp34,95 triliun pada 2021. Laba bersihnya berjumlah Rp2,02 triliun. Meski berhasil masuk ke daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia pada 2022, pendapatan dan laba bersih itu tercatat menurun, masing-masing 0,61 persen (YoY) dan 27,62 persen (YoY). Karena itu, peringkat SIG di Fortune Indonesia 100 pun turun dari 22 ke 26.

Tapi, per kuartal ketiga 2022, laba bersih SMGR naik dari Rp1,38 triliun (kuartal-III 2021) menjadi Rp1,65 triliun walaupun pendapatannya masih turun 0,19 persen (YoY) dari Rp25,33 triliun (kuartal-III 2021) menjadi Rp25,28 triliun.

Related Articles