Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Tesla Kehilangan Mahkota, Raja Mobil Listrik Dunia Diambil Alih BYD

Tesla Model S Plaid
ilustrasi Tesla Model S Plaid (dok. tesla)
Intinya sih...
  • Tesla kehilangan gelar produsen mobil listrik teratas dunia, diambil alih oleh BYD dari Cina.
  • Penjualan EV global BYD naik 28%, mengungguli Tesla untuk pertama kalinya secara tahunan.
  • Kendaraan listrik menyumbang 6,2% dari penjualan kendaraan ritel di AS, turun 3,6 poin persentase dari tahun sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Tesla kehilangan gelarnya sebagai produsen kendaraan listrik teratas dunia dan diambil alih produsen asal Cina BYD setelah penjualan tahunannya turun untuk tahun kedua, tertekan oleh persaingan bisnis, berakhirnya insentif pajak AS, dan reaksi negatif terhadap merek.

Dengan penjualan EV global meningkat 28 persen tahun lalu, BYD mengungguli Tesla untuk pertama kalinya secara tahunan. Pertumbuhan ini dipicu oleh pertumbuhan pesat di Eropa, di mana produsen mobil Cina tersebut terus memperluas keunggulannya atas kompetitornya.

Tesla, yang penjualannya turun sekitar 8,6 persen pada 2025, menghadapi persaingan ketat, terutama di Eropa, memunculkan pertanyaan tentang kemampuannya untuk menghidupkan kembali bisnis otomotif, setelah Elon Musk mengarahkan perusahaan ke arah robotaxi dan robot humanoid.

"Investor sangat fokus pada masa depan Tesla sehingga mereka mengabaikan angka pengiriman. Ini tentang Optimus, Robotaxi, dan AI fisik," kata Dennis Dick, seorang pedagang di Triple D Trading, yang juga memiliki saham Tesla, dikutip dari Reuters, Senin (5/1).

Di AS, kendaraan listrik menyumbang 6,2 persen dari penjualan kendaraan ritel pada kuartal tersebut, turun 3,6 poin persentase dari tahun sebelumnya, sementara harga transaksi rata-rata naik hampir US$6.000 menjadi US$53.300, menurut data J.D. Power.

Tesla telah mengirimkan 418.227 kendaraan pada kuartal Oktober-Desember, turun 15,6 persen dari 495.570 pada tahun sebelumnya. Menurut Visible Alpha, analis memperkirakan 434.487 kendaraan, atau penurunan sebesar 12,3 persen.

Sepanjang tahun, Tesla mengirimkan 1,64 juta kendaraan, lebih rendah dibandingkan 2024 sebesar 1,79 juta kendaraan. Analis yang disurvei oleh Visible Alpha memperkirakan pengiriman Tesla mencapai sekitar 1,65 juta kendaraan.

Namun, penurunan pengiriman bukanlah kejutan besar, mengingat pasar telah memperhitungkan permintaan yang lebih lemah setelah kredit pajak kendaraan listrik AS berakhir, kata Seth Goldstein, analis riset ekuitas senior di Morningstar.

Sementara itu, Tesla mengatakan telah mengerahkan 14,2 GWh produk penyimpanan energi, rekor tertinggi. Laporan hasil kuartal keempat dijadwalkan akan dirilis pada 28 Januari.

Persaingan Sengit di AS dan Eropa

Tesla yang menghadapi persaingan ketat dengan produsen mobil Tiongkok dan Eropa seperti BYD, Volkswagen dan BMW pada akhirnya turut membebani momentum penjualan perusahaan.

Pendaftaran Tesla menurun di sebagian besar Eropa pada bulan Desember tetapi melonjak di Norwegia, di mana penjualan rekor tersebut mampu mengimbangi penyusutan pangsa pasar di wilayah lain pada tahun lalu.

BYD mengatakan, penjualan di luar Tiongkok naik ke rekor 1 juta kendaraan pada 2025, naik sekitar 150 persen jika dibandingkan 2024. Perusahaan tersebut menargetkan menjual sebanyak 1,6 juta kendaraan di luar Tiongkok pada 2026, meskipun belum mengungkapkan target penjualan keseluruhan.

Pada Oktober lalu, Tesla meluncurkan versi "Standar" yang lebih sederhana dari Model Y dan Model 3, dengan harga sekitar US$5.000 lebih rendah dari model dasar sebelumnya, sebagai upaya untuk mempertahankan volume penjualan setelah kehilangan kredit pajak dan menarik pelanggan di Eropa yang mencari pilihan yang lebih murah.

Langkah ini mengecewakan beberapa investor yang mengharapkan diskon harga yang lebih besar atau produk pasar massal yang benar-benar baru.

Meskipun pengiriman kendaraan melemah, saham Tesla naik sekitar 11,4 persen pada tahun 2025, meningkatkan kekayaan Musk.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Bibit Catatkan 2 Juta Unduhan dan 1,7 Juta Portfolio Investasi pada 2025

06 Jan 2026, 17:46 WIBBusiness