Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

TikTok Luncurkan Fitur Drama Pendek dan Gim Instan di Asia Tenggara

TikTok Luncurkan Fitur Drama Pendek dan Gim Instan di Asia Tenggara
Yuke (Ray) Hu, General Manager, Global Business Solutions, SEA and Japan, TikTok, menjelaskan serangkaian inovasi terbaru yang dilakukan oleh TikTok dalam Media Briefing TikTok Apps Summit 2026 yang diselenggarakan di Singapura/Dok TikTok
Intinya Sih
Sisi Positif
  • TikTok meluncurkan fitur Mini Dramas dan Mini Games di Asia Tenggara untuk menjaga pengguna tetap aktif dalam ekosistem aplikasinya.
  • Data Sensor Tower menunjukkan lonjakan konsumsi drama pendek di kawasan ini, dengan kontribusi 32 persen dari total unduhan global dan pertumbuhan tahunan 220 persen.
  • Industri gim global diproyeksikan mencapai nilai US$350 miliar pada 2030, sementara TikTok memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi bisnis digitalnya di tingkat regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Platform TikTok kian agresif memperluas jangkauan pasarnya dengan meluncurkan dua inovasi produk sekaligus, yakni fitur Mini Dramas dan Mini Games. Melalui perhelatan TikTok Apps Summit 2026 di Singapura baru-baru ini, peluncuran ini sengaja dirancang untuk menahan perhatian pengguna agar tetap beraktivitas di dalam ekosistem aplikasi tanpa perlu keluar platform. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan konsumsi drama pendek dan gim sederhana (instant play) di kawasan Asia Tenggara.

Ajang yang mempertemukan lebih dari 150 eksekutif puncak dari perusahaan aplikasi dan gim se-Asia Tenggara ini menjadi sinyalemen kuat terjadinya pergeseran peta kompetisi digital. General Manager, Global Business Solutions, SEA and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu, menyatakan industri aplikasi kini tengah memasuki fajar pertumbuhan baru yang dipacu oleh kehadiran solusi kecerdasan buatan (AI).

“Di tengah meningkatnya persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen, sangat penting bagi pengembang dan penerbit untuk menarik perhatian pengguna sekaligus menjaga keterlibatan mereka,” kata Yuke melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (24/6).

Berdasarkan data makro dari Sensor Tower, sepanjang 2025 konsumen global telah mengunduh 149 miliar aplikasi dengan perputaran uang (revenue) di dalam aplikasi mencapai US$167 miliar. Asia Tenggara pun muncul sebagai motor penggerak utama pertumbuhan berkat perubahan radikal pola interaksi konsumennya.

“Di TikTok, kami membantu bisnis merangkai proses discovery, engagement, hingga monetisasi dalam satu perjalanan yang terintegrasi melalui pengalaman yang dirancang khusus di dalam TikTok," ujar Yuke memaparkan model bisnis terbarunya.

Fenomena konsumsi konten berdurasi ringkas dinilai menjadi komoditas paling seksi saat ini. Country Head, INSEA & ANZ Sensor Tower, Krishan Patel, mengonfirmasi drama pendek telah bermutasi menjadi salah satu kategori hiburan dengan pertumbuhan paling eksponensial di dunia, dengan torehan 2,26 miliar unduhan global pada 2025.

Akselerasi ini berlanjut pada kuartal I-2026 yang jumlah unduhannya melonjak tajam hingga 140 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

“Asia Tenggara berada di garis depan tren ini, dengan kontribusi sebesar 32 persen dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 220 persen. Pengguna di kawasan ini kini menghabiskan rata-rata hampir 40 menit per hari untuk menikmati format cerita singkat yang dirancang khusus untuk perangkat mobile ini," kata Krishan.

Seiring dengan itu, sektor gim global juga memancarkan potensi tidak kalah menjanjikan. Warta bertajuk Video Gaming Report 2026 yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG) memproyeksikan nilai pasar industri ini bakal menembus US$350 miliar pada 2030.

Laporan tersebut turut merekam tingginya tingkat keaktifan para pemain, dengan 55 persen responden mengaku menghabiskan waktu bermain lebih lama pada paruh kedua 2025.

Bagi TikTok, momentum penurunan hambatan teknis dalam pembuatan aplikasi ini adalah peluang emas. Dengan basis komunitas global yang kini melampaui 1 miliar pengguna, platform ini memosisikan diri sebagai batu loncatan strategis bagi perusahaan lokal untuk naik kelas menjadi pemain raksasa di tingkat regional maupun global.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More