Jakarta, FORTUNE - PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyaksikan pertumbuhan signifikan pada penjualan kendaraan elektrifikasi sepanjang Januari-Agustus 2026. Di tengah penetrasi kendaraan listrik yang kian luas, segmen hybrid menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut, dengan Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencatat respons pasar yang kuat.
Berdasarkan data Toyota, penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mencapai 38.769 unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 86 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang mencapai 20.850 unit.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi itu berlangsung ketika total penjualan Toyota mengalami kenaikan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan wholesales Toyota mencapai 175.932 unit, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan 161.080 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan strategi Toyota memperluas penggunaan teknologi elektrifikasi ke segmen lebih beragam. Menurut dia, kendaraan elektrifikasi Toyota tidak hanya menyasar mobil penumpang, tetapi juga kebutuhan kendaraan komersial.
“Kami hadir di dua bagian segmen, baik digunakan untuk kebutuhan mobilitas penumpang dari segmen kendaraan penumpang dan kendaraan komersial,” kata Bansar dalam Astra Media Day 2026, Jakarta, Rabu (23/9).
Salah satu model yang mendapat sambutan kuat adalah Veloz HEV. Sejak diperkenalkan pada November 2025, model tersebut telah mencatatkan pemesanan lebih dari 20.000 unit hingga September 2026. Dengan permintaan sekitar 2.000 unit per bulan, Veloz HEV menjadi salah satu model yang mendorong perluasan pasar hybrid Toyota di Indonesia.
Bansar mengatakan strategi elektrifikasi Toyota tidak berhenti pada penambahan model. Perseroan juga membangun ekosistem yang mendukung penggunaan kendaraan elektrifikasi, mulai dari garansi, perawatan berkala, konektivitas hingga layanan purnajual.
Toyota menerapkan pendekatan multi-pathway dengan tetap mengembangkan kendaraan bermesin konvensional, hybrid EV, hingga battery electric vehicle (BEV). Strategi tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas serta beragamnya kebutuhan mobilitas konsumen.
Untuk kendaraan berbasis baterai, Toyota telah memproduksi bZ4X secara lokal dan memperluas pilihan melalui kehadiran bZ4X Touring. Sementara pada segmen hybrid, perusahaan terus membawa teknologi tersebut ke kendaraan yang lebih dekat dengan pasar massal.
“Kami bukan hanya menghadirkan produk, tetapi juga membantu pembeli di Indonesia mendapatkan kendaraan dengan teknologi berstandar global,” kata Bansar.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi juga terlihat dari ajang GIIAS 2026. Toyota mencatat model elektrifikasi menyumbang lebih dari 56 persen total surat pemesanan kendaraan (SPK) selama pameran tersebut.
Ekspansi elektrifikasi Toyota sekaligus ditopang basis industri domestik yang telah dibangun selama puluhan tahun. Toyota mencatat total investasi lebih dari Rp100 triliun selama lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia.
Sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri, dengan tingkat kandungan lokal 70–80 persen. Basis manufaktur tersebut mencakup jaringan pemasok, logistik, dealer, hingga pembiayaan yang turut membentuk rantai ekonomi di sekitar industri otomotif.
