Jakarta, FORTUNE - Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan kinerja pembiayaan otomotif di awal tahun ini menjadi Rp791,2 miliar, meningkat 14,60 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Nilai pembiayaan tersebut setara dengan total penjualan sekitar 4.000 unit kendaraan sepanjang kuartal I 2026.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, capaian tersebut menandakan sinyal positif bisnis otomotif masih menggeliat di tengah kondisi masyarakat yang berharti-hati dan selektif dalam membeli barang konsumsi.
Situasi ini menurutnya dipicu oleh beberapa faktor, seperti stimulus dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta momentum ramadan dan Idulfitri yang turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Hal itu juga didukung juga oleh berbagai program promo menarik yang diberikan, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas sehingga memberikan kenyamanan bagi nasabah dalam mengatur arus kas bulanan.
"Kami optimistis tren ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan preference masyarakat terhadap layanan syariah yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi nasabah," katanya.
Secara keseluruhan, pembiayaan BSI tumbuh 14,32 persen secara tahunan menjadi Rp323 triliun.
Ke depan, Kemas mengatakan BSI terus berupaya memperkuat penetrasi pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk, peningkatan layanan digital, serta kerja sama dengan mitra di sektor otomotif. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah.
Sejumlah kemudahan ditawarkan dalam layanan BSI OTO, antara lain pengajuan melalui aplikasi BYOND by BSI, penyederhanaan dokumen, serta percepatan proses. Perseroan juga menyiapkan sejumlah program promosi, termasuk insentif terkait momentum Idul Adha dan penawaran khusus bagi nasabah payroll.
Di tengah pertumbuhan yang masih terjaga pada segmen konsumer, BSI memandang ruang ekspansi pembiayaan tetap terbuka, seiring kebutuhan masyarakat yang terus berkembang serta peran sektor keuangan dalam mendukung aktivitas ekonomi.
