Laba BTN Naik 54 Persen Berkat Topangan Pendapatan Bunga

Kenaikan laba bersih konsolidasi BTN didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih.
Total kredit dan pembiayaan BTN tumbuh 9,97 persen menjadi Rp403,06 triliun.
Direktur Utama BTN menegaskan sektor perumahan tetap prospektif dan menjadi pendorong ekonomi nasional.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengalami lonjakan laba bersih konsolidasian 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,85 triliun hingga Mei 2026. Realisasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang mencapai Rp1,19 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasinya, capaian laba bersih tersebut ditopang terutama oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII). Per Mei 2026, NII perseroan mencapai Rp7,13 triliun atau naik 15,15 persen (YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,19 triliun.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan bunga, bank pelat merah ini dapat menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional secara optimal. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasian BTN mencapai Rp2,39 triliun, tumbuh hingga 58,3 persen (YoY) dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,51 triliun.
Akselerasi kinerja keuangan BTN ini didukung penuh oleh peningkatan fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi perseroan mencapai Rp403,06 triliun. Angka ini tumbuh 9,97 persen (YoY) jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025 yang mencapai Rp366,52 triliun.
Pertumbuhan pada pos pembiayaan tersebut juga diimbangi oleh penguatan likuiditas dari sisi penghimpunan dana. Total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp433,95 triliun pada Mei 2026, meningkat 9,09 persen (YoY) dibandingkan dengan capaian pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp397,78 triliun.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian kinerja positif tersebut menunjukkan fundamental bisnis BTN tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan besar karena sifatnya sebagai kebutuhan utama masyarakat.
“Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (17/6).
Nixon menegaskan BTN berkomitmen terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan serta inovasi layanan secara berkesinambungan demi menjawab seluruh kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kepemilikan rumah maupun layanan keuangan pendukung lainnya.

















