Jakarta, FORTUNE - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) membagikan dividen sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham. Angka tersebut merupakan 70 persen dari raihan laba bersih tahun buku 2025 yang sebesar Rp71,12 miliar.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan capaian positif ini menjadi motivasi perusahaan untuk terus berinovasi dan tumbuh berkelanjutan.
"Pembagian dividen adalah bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham," ujarnya dalam konfrenai pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik di Jakarta, Kamis (18/6).
Amar bank mencatatkan kinerja solid pada kinerja dan sejumlah pos keuangan. Kredit bruto tercatat tumbuh 30,62 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun. Seiring aktivitas penyaluran pembiayaan yang masif, total aset perseroan ikut bergerak naik sebesar 34,72 persen YoY menjadi Rp6,93 triliun.
Dari sisi top line, pendapatan operasional meningkat 13,82 persen YoY menjadi Rp527,76 miIiar, sementara pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 15,58 persen YoY menjadi Rp370,20 miIiar.
Menurut Vishal kinerja pendapatan Bank yang solid di kuartal pertama ini juga didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding).
Sementara itu rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net turun berada di level sehat sebesae 0,86 persen, jauh membaik dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar 1,48 persen.
“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17 persen. Lonjakan DPK sebesar 115,46 persen secara tahunan juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami," lanjutnya.
Ke depan, bank digital ini optimistia mempertahankan pertumbuhan kinerja.
Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, perseroan mendorong sejumlah inovasi teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan segmen ritel dan UMKM, mendorong pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta memperluas dukungan terhadap sektor-sektor potensial seperti industri kreatif.
Hingga kuartal I 2026, segmen ritel dan UMKM yang ditopang oleh platform Tunaiku berhasil mempertahankan tren positif dengan akumulasi penyaluran pembiayaan (disbursement) menembus lebih dari Rp19 triliun sejak tahun 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
