Jakarta, FORTUNE - Bank bjb mengantongi laba bersih sebesar Rp1,15 triliun sepnjang tahun lalu. Nilai tersebut meningkat 8,8 persen secara tahunan.
Direktur Keuangan bank bjb Hana Dartiwan menyampaikan bahwa pencapaian laba bersih itu ditopang langkah ekspansi yang terukur pada segmen korporasi dan komersial yang difokuskan pada proyek berbasis ekosistem daerah.
Adapun, pada periode tahun lalu bank bjb menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp140,7 triliun, dengan kontribusi perusahaan anak sebesar Rp28,8 triliun dan bank only sebesar Rp111,9 triliun.
Pada bank only, segmen kredit konsumer tetap menjadi kontributor utama dengan total outstanding mencapai Rp74,8 triliun. Kualitas aset pada segmen ini terjaga dengan tingkat NPL rendah. Potensi pertumbuhan juga tetap terbuka seiring peningkatan jumlah pegawai P3K di Jawa Barat dan Banten yang mencapai sekitar 504 ribu orang pada Juni 2025, sehingga memperluas basis pasar payroll bank bjb.
"Kinerja keuangan bank bjb sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan," ujarnya dikutip dari siaran pers, Selasa (17/3).
Bank bjb pada tahun lalu juga melakukan transformasi digital melalui pengembangan platform KGB Pisan. Sejak memperoleh izin pengembangan layanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2025, platform ini mendukung pengajuan kredit baru secara end-to-end digital bagi nasabah payroll. Proses kredit yang sepenuhnya digital turut meningkatkan produktivitas dan skalabilitas bisnis konsumer.
Secara konsolidasi, total aset bank bjb pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp221,4 triliun. Kinerja anak perusahaan memberikan kontribusi aset sebesar Rp42,8 triliun atau sekitar 18 persen dari total aset konsolidasi grup.
Bank bjb menilai momentum perbaikan kinerja akhir kuartalh IV 2025 bakal berlanjut hingga 2026 dan menjadi indikasi positif bagi pemulihan pertumbuhan laba ke depan.
