Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong saat Paparan Kinerja BCA Semester I-2026 (dok. BCA)
Dalam kesempatan tersebut, Vera juga menyampaikan bahwa BCA cukup selektif menaikkan suku bunga kredit. Pasalnya, perusahaan tersebut mengutamakan penjagaan momentum pertumbuhan kredit ketimbang melakukan transmisi kenaikan bunga kredit.
"Apakah ada transmisi kenaikan suku bunga? Tidak besar. Kuartal ke kuartal kami hanya naik sekitar empat basis poin.," kata Vera.
Dengan strategi ini, kredit BCA masih mampu tumbuh 8 persen (YoY) menjadi Rp1.036 triliun hingga akhir Juni 2026. Kredit bank dengan kode saham BBCA ini tersalurkan ke berbagai sektor produktif seperti transportasi dan logistik, perkebunan, pertanian, hingga sektor-sektor berbasis sumber daya alam.
Kemudian, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menambahkan strategi penyesuaian bunga kredit di BCA akan mengikuti jatuh tempo fasilitas pinjaman yang telah berjalan sehingga kenaikan suku bunga berlangsung secara bertahap.
“Kenaikan Bank Indonesia (BI Rate) ini di bulan Mei. Pada saat kami melihat loan ke customer itu, bunga kreditnya harus menunggu dulu loan yang ada jatuh tempo. Jadi, kenaikannya pun akan bertahap,” katanya.
Hendra memastikan BCA tidak akan menaikkan suku bunga kredit kepada seluruh nasabah. Penyesuaian akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek bisnis masing-masing nasabah.