Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management yang optimal dengan nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp339 triliun pada Juni 2026, tumbuh 16 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Capaian AUM tersebut menjadi cerminan atas kuatnya tingkat kepercayaan nasabah dalam memercayakan pengelolaan dana mereka kepada BCA.
Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, menegaskan bahwa kinerja ini merupakan bukti nyata rekam jejak perseroan di mata publik.
“Ini menunjukkan bahwa kami dipercaya sebagai institusi keuangan. Nasabah bisa menempatkan dananya di kami,” kata Haryanto pada konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).
Dalam kesempatan sama, EVP Wealth Management BCA, Indrawan B., menjelaskan BCA mengategorikan segmen nasabah ke dalam empat jenis, yaitu High Net Worth Individual (HNWI), affluent, upper mass market, dan mass market.
Untuk segmen HNWI, jumlahnya telah mencapai 26.000 nasabah, sementara segmen affluent mencakup 300.000 - 400.000 nasabah.
“Kemudian upper mass market itu sekitar dua juta hingga tiga juta nasabah, sisanya itu baru masuk ke segmen mass market,” ujar Indrawan.
Meski terdapat kategorisasi, BCA menilai seluruh nasabah memiliki peluang dan potensi sama untuk belajar serta mendalami investasi. Berdasarkan informasi dari laman resmi BCA, perseroan kini telah melayani lebih dari 42 juta rekening hingga Juni 2026.
Guna meningkatkan wawasan serta pengetahuan nasabah, BCA menggelar BCA Wealth Summit 2026 dengan mengusung tema “Guard Your Future, Lead What’s Next”. Forum ini bertujuan mengajak nasabah dan masyarakat luas memahami pentingnya menjaga ketahanan finansial sebagai fondasi menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Indrawan menyatakan, sesi offline BCA Wealth Summit 2026 akan menyajikan diskusi mendalam terkait kondisi ekonomi terkini di tengah volatilitas pasar, arah tren dan dinamika pasar, hingga perkembangan teknologi.
Kegiatan ini turut menghadirkan mantan Menteri Luar Negeri dari dua periode sebelumnya, yaitu Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, yang akan membagikan wawasan serta pengalaman berharga terkait aspek geopolitik dan kepemimpinan di tengah situasi ketidakpastian.
Penyelenggaraan BCA Wealth Summit 2026 dilaksanakan secara hybrid. Sesi luring (offline) berlangsung pada 16–17 September 2026 untuk nasabah undangan, diikuti sesi daring (online) pada 18 September hingga 2 Oktober 2026 melalui situs http://bca.id/wealthsummit yang terbuka bagi seluruh masyarakat dan nasabah BCA.
