Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bisnis Wealth Management BCA Moncer, AUM Rp339 Triliun hingga Pertengahan 2026
Konferensi Pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9)/Dok: Fortune IDN
  • Dana kelolaan BCA mencapai Rp339 triliun pada Juni 2026 dan tumbuh 16 secara tahunan.
  • BCA membagi nasabah ke dalam segmen HNWI, affluent, upper mass market, dan mass market.
  • BCA Wealth Summit 2026 digelar secara hybrid dengan sesi luring dan daring untuk nasabah serta masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Juni 2026

Dana kelolaan BCA mencapai Rp339 triliun dan tumbuh 16 secara tahunan. BCA melayani lebih dari 42 juta rekening.

Rabu (9/9)

Haryanto T. Budiman mengungkapkan nilai dana kelolaan BCA dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta.

16 – 17 September 2026

Sesi luring BCA Wealth Summit 2026 dilaksanakan untuk nasabah undangan.

18 September hingga 2 Oktober 2026

Sesi daring BCA Wealth Summit 2026 berlangsung melalui bca.id/wealthsummit dan dapat diakses masyarakat serta nasabah BCA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dana kelolaan atau AUM BCA mencapai Rp339 triliun pada Juni 2026 dan tumbuh 16 secara tahunan.
  • Who?
    PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Haryanto T. Budiman, Indrawan B., Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi terlibat dalam BCA Wealth Summit 2026.
  • Where?
    Konferensi pers berlangsung di Jakarta. Sesi daring BCA Wealth Summit 2026 diakses melalui bca.id/wealthsummit.
  • When?
    AUM tercatat pada Juni 2026. Sesi luring berlangsung 16 – 17 September 2026 dan sesi daring 18 September hingga 2 Oktober 2026.
  • Why?
    BCA menghadirkan Wealth Summit 2026 untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan nasabah kaya serta memahami pentingnya ketahanan finansial.
  • How?
    Wealth Summit 2026 diselenggarakan secara hybrid melalui sesi luring bagi nasabah undangan dan sesi daring yang dapat diakses masyarakat serta nasabah BCA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BCA punya dana kelolaan sampai Rp339 triliun pada Juni 2026. Haryanto bilang nasabah percaya kepada BCA untuk menaruh uangnya. BCA juga punya acara Wealth Summit 2026. Acara ini membahas ekonomi, pasar, teknologi, geopolitik, dan kepemimpinan. Ada acara langsung dan acara lewat website untuk masyarakat dan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengelompokan nasabah BCA dalam empat segmen memberi gambaran bahwa setiap nasabah memiliki peluang dan potensi yang sama untuk belajar serta mendalami investasi. Kehadiran Wealth Summit 2026 juga menyediakan ruang pembahasan ekonomi, pasar, teknologi, geopolitik, dan kepemimpinan melalui akses luring maupun daring.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management yang optimal dengan nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp339 triliun pada Juni 2026, tumbuh 16 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Capaian AUM tersebut menjadi cerminan atas kuatnya tingkat kepercayaan nasabah dalam memercayakan pengelolaan dana mereka kepada BCA.

Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, menegaskan bahwa kinerja ini merupakan bukti nyata rekam jejak perseroan di mata publik.

“Ini menunjukkan bahwa kami dipercaya sebagai institusi keuangan. Nasabah bisa menempatkan dananya di kami,” kata Haryanto pada konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).

Dalam kesempatan sama, EVP Wealth Management BCA, Indrawan B., menjelaskan BCA mengategorikan segmen nasabah ke dalam empat jenis, yaitu High Net Worth Individual (HNWI), affluent, upper mass market, dan mass market.

Untuk segmen HNWI, jumlahnya telah mencapai 26.000 nasabah, sementara segmen affluent mencakup 300.000 - 400.000 nasabah.

“Kemudian upper mass market itu sekitar dua juta hingga tiga juta nasabah, sisanya itu baru masuk ke segmen mass market,” ujar Indrawan.

Meski terdapat kategorisasi, BCA menilai seluruh nasabah memiliki peluang dan potensi sama untuk belajar serta mendalami investasi. Berdasarkan informasi dari laman resmi BCA, perseroan kini telah melayani lebih dari 42 juta rekening hingga Juni 2026.

Guna meningkatkan wawasan serta pengetahuan nasabah, BCA menggelar BCA Wealth Summit 2026 dengan mengusung tema “Guard Your Future, Lead What’s Next”. Forum ini bertujuan mengajak nasabah dan masyarakat luas memahami pentingnya menjaga ketahanan finansial sebagai fondasi menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Indrawan menyatakan, sesi offline BCA Wealth Summit 2026 akan menyajikan diskusi mendalam terkait kondisi ekonomi terkini di tengah volatilitas pasar, arah tren dan dinamika pasar, hingga perkembangan teknologi.

Kegiatan ini turut menghadirkan mantan Menteri Luar Negeri dari dua periode sebelumnya, yaitu Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, yang akan membagikan wawasan serta pengalaman berharga terkait aspek geopolitik dan kepemimpinan di tengah situasi ketidakpastian.

Penyelenggaraan BCA Wealth Summit 2026 dilaksanakan secara hybrid. Sesi luring (offline) berlangsung pada 16–17 September 2026 untuk nasabah undangan, diikuti sesi daring (online) pada 18 September hingga 2 Oktober 2026 melalui situs http://bca.id/wealthsummit yang terbuka bagi seluruh masyarakat dan nasabah BCA.

Editorial Team

Related Article