BSI Perpanjang Kerja Sama Antam Dalam Perdagangan Bullion

- BSI dan ANTAM menandatangani MoU untuk memperpanjang kerja sama perdagangan emas, fokus pada pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis berkelanjutan.
- Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60% penjualan emas ANTAM untuk pihak berelasi dan sekitar 11% dari total penjualan emas perusahaan tersebut.
- Kolaborasi ini memperkuat distribusi ritel berbasis digital serta edukasi investasi emas, mendukung rantai pasok nasional dan perluasan akses keuangan berbasis emas.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali gandeng PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) dalam perdagangan emas logam mulia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan kerja sama ini adalah upaya perusahaan dalam penguatan bullion bank melalui melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Adapun secara total, penjualan emas ANTAM, BSI menyerap sekitar 11 persen.
Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan sepakat memperkuat distribusi ritel melalui pemanfaatan digital, hingga kolaborasi dalam pemasaran dan edukasi terkait investasi emas kepada masyarakat.
"Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTAM," katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/4).
Anton mengatakan, BSI memiliki nasambah bullion mencapai hampir 1 juta, meningkat 658 persen secara tahunan. Sementara itu, nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu Nasabah atau tumbuh 54,67 persen YoY Per Maret 2026.
Sementara itu, Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto menilai kolaborasi ini dapat mendukung rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas.
"Sinergi ini merupakan bagian dari upaya ANTAM mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terintegrasi, mulai dari sisi pasokan, distribusi, hingga perluasan akses layanan keuangan berbasis emas," katanya.
Sebagai produsen emas logam mulia, ANTAM mencatat produksi sekitar 743 kg emas pada 2025, dengan total penjualan melebihi 37 ton. Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional.


















