Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (BTN) membidik pertumbuhan 15 persen untuk segmen wealth management tahun ini, melalui inovasi dan transformasi bisnis.
Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo mengatakan sejak tahun lalu perseroan memperluas layanan ke segmen wealth management melalui BTN Private dan BTN Prioritas. Ke depan, BTN akan memperkuat layanan wealth management melalui inovasi produk, peningkatan kapabilitas tim penasihat, serta digitalisasi layanan tanpa menghilangkan sentuhan personal.
"Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan, tentu dengan kualitas terbaik," dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).
Dengan konsep investment with purpose, menurutnya investasi tidak hanya sekadar menempatkan dana tanpa perencanaan. Selain itu, pengelolaan kekayaan bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut visi jangka panjang dan keberlanjutan lintas generasi.
"Bukan asal punya uang lalu ditaruh di deposito atau instrumen lain. Harus tahu sektor mana yang prospektif dan menguntungkan," ujarnya.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan menambahkan hingga akhir 2025, segmen wealth management AALI tumbuh double digit termasuk nilai dana kelolaan (Assets Under Management/AUM).
Dengan kinerja tersebut, BTN meraih pertumbuhan fee based income (FBI) dari bisnis wealth management mencapai 60 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Desember 2025.
"Saat ini, jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional dengan target pertumbuhan sekitar 15 persen tahun ini," ujarnya.
Penguatan bisnis wealth management saat ini sejalan dengan komitmen BTN dalam mendorong nasabah untuk bertumbuh, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Pasalnya, seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking. Dengan pendekatan ini, BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal. Sepanjang tahun ini, BTN membidik laba bersih tembus Rp4 triliun.
