Budi Herawan Kembali Jadi Ketua AAUI, Bidik Pertumbuhan Premi Industri 6 Persen

Budi Herawan kembali terpilih secara aklamasi.
AAUI menargetkan pertumbuhan industri asuransi umum meski menghadapi tantangan ekonomi global, geopolitik, dan penerapan PSAK 117.
Program kerja AAUI difokuskan pada transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, kolaborasi dengan regulator, riset berbasis data, serta penguatan literasi dan kerja sama regional.
Jakarta, FORTUNE – Kongres VIII Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) 2026 kembali mengangkat Budi Herawan sebagai ketua umum periode 2026–2030 secara aklamasi. Keputusan ini disahkan berdasar atas daftar kehadiran sesuai Anggaran Dasar AAUI Pasal 12 Ayat (6), dengan dihadiri oleh lebih dari 2/3 jumlah anggota, yaitu 70 perwakilan dari total 80 perusahaan anggota AAUI.
Budi menjelaskan, program Kerja Pokok AAUI pada periode kedua jabatannya akan berfokus mendorong pertumbuhan industri dan bertahan di tengah tantangan gejolak ekonomi global dan domestik. Ia meyakini bisnis industri asuransi umum masih bisa tumbuh pada 2026 meski termoderasi hanya 6 persen.Â
“Pijakan kinerja tahun 2025 itu menjadi barometer kita untuk melakukan evaluasi. Pertumbuhan premi memang terjadi, tapi masih di kisaran 6 persen, di bawah 7 persen. Itu lebih kepada beberapa faktor, terutama kondisi ekonomi global dan geopolitik yang sangat memengaruhi,” ujar Budi ketika ditemui usai Kongres AAUI di Jakarta, Kamis, (2/4).
Ia menjelaskan, salah satu tantangan industri ialah penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 yang ditargetkan berlaku awal 2026 dan diperpanjang penerapannya oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga Juni 2026.
Selain itu, kondisi geopolitik juga membawa tantangan tersendiri, meskipun tak dapat dipungkiri kondisi ini diharapkan dapat menjadi pemicu inovasi dalam menghadirkan produk baru.
Selain itu, tambah Budi, AAUI juga terus mempercepat transformasi digital, penguatan kualitas SDM, peningkatan kolaborasi dengan regulator, pengembangan riset industri berbasis data, hingga peningkatan literasi masyarakat. Di sisi lain, asosiasi juga melakukan penguatan kerja sama regional, serta penguatan peran sebagai wadah konsolidasi industri.Â
Industri asuransi umum nasional menunjukkan ketahanannya pada 2025. Pendapatan premi industri mengalami pertumbuhan 4,8 persen dalam setahun (YoY) dengan nilai Rp112,81 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tiga lini bisnis utama, yakni asuransi aneka, asuransi penjaminan (suretyship), serta asuransi energy onshore.

















