Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Garap Segmen UMKM, BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun Hingga Maret 2026
Perumahan KPR subsidi. (dok. BTN)
  • Penyaluran KUR hingga Maret 2026 mencakup KUR kecil Rp2,04 triliun dan KUR mikro Rp687 miliar.

  • Penyaluran KUR didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.

  • Sejak 1976 hingga awal April 2026, BTN telah menyalurkan KPR senilai Rp530 triliun untuk lebih dari 6 juta rumah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kini tidak hanya berkonsentrasi menggarap segmen perumahan saja. Perusahaan dengan kode emiten BBTN tersebut juga menggarap segmen UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Maret 2026, penyaluran KUR bank tersebut mencapai Rp2,72 triliun, dengan komposisi KUR kecil sebesar Rp2,04 triliun (75 persen) dan KUR mikro Rp687 miliar (25 persen). 

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan upaya tersebut sejalan dengan transformasi bisnis yang tak saja menyasar pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tapi juga memperluas peran melalui pendekatan 'beyond mortgage'.

“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan,” kata Nixon melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/4).

Penyaluran KUR ini, lanjut Nixon, didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, yang mencapai 59,22 persen, diikuti sektor akomodasi dan makanan minuman 12,36 persen, serta konstruksi 10,08 persen.

BTN pun merekam peningkatan pada kapasitas usaha debitur melalui program KUR naik kelas dengan 4.719 debitur, termasuk peralihan dari KUR mikro ke KUR kecil serta peningkatan plafon pembiayaan.

Sejak 1976 hingga awal April 2026, BTN telah menyalurkan KPR senilai Rp530 triliun bagi lebih dari 6 juta unit rumah.  Capaian ini diklaim menjadi kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem perumahan nasional.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan dari sisi profil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan.

Hal ini menunjukkan akses pembiayaan perumahan BTN menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh hunian layak.

“Nasabah didominasi oleh pekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro,” kata Hirwandi.

Digitalisasi melalui Bale Properti BTN juga telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti, dengan jumlah pengajuan KPR secara online yang mencapai rata-rata 780 aplikasi per bulan, serta menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti.

Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR bagi 240.950 unit pada 2026, sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung program perumahan nasional.

Editorial Team