Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Genjot Raihan Laba, BCA Digital Bakal Luncurkan Fitur Direct Loan

Genjot Raihan Laba, BCA Digital Bakal Luncurkan Fitur Direct Loan
Ilustrasi BCA Digital/Shutterstock farzand01
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Digital BCA (BCA Digital) terus memacu kinerja keuangannya melalui sejumlah strategi. Salah satunya dilakukan dengan meluncurkan layanan penyaluran kredit digital secara langsung melalui aplikasi Blu. 

Head of Marketing & Communication BCA Digital Duardi Prihandiko menyatakan, fitur tersebut nantinya akan lebih memudahkan nasabah dan menyasar ke segmen kredit konsumer. 

"Jadi, saat ini juaranya masih produk funding dan pembiayaan. Tetapi saat ini masih lebih besar dari fintech. Dan di 2023 kita akan luncurkan direct loannya dari aplikasi Blu," kata Duardi saat ditemui di Bungarapai Restaurant Jakarta, Kamis (30/3). 

  1. Penyaluran kedit Blu sudah Rp3,2 triliun di 2022

    Head of Marketing & Communication BCA Digital Duardi Prihandiko pada acara Buka Puasa Bersama
    Head of Marketing & Communication BCA Digital Duardi Prihandiko pada acara Buka Puasa Bersama

    Selain itu, BCA digital juga berencana untuk meluncurkan fitur blu invest yakni layanan investasi untuk nasabah. Hal ini diluncurkan sebagai upaya mengambil potensi investor dalam negeri yang terus meningkat. 

    "Jadi nasabah bisa beli reksadana melalui aplikasi Blu," tambah Duardi 

    Seperti diketahui, meski belum merilis fitur pinjaman, blu by BCA Digital juga sudah menyalurkan kredit lebih dari Rp3,2 triliun per Januari 2023 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun. Saat ini, Blu telah menyalurkan kredit melalui chanelling, joint financing dengan sejumlah partner seperti Akseleran, Komunal hingga Amartha.

  2. BCA Digital sudah raih laba Rp910 juta di Febuari 2023

    Logo Blu BCA Digital
    Logo Blu BCA Digital

    Bila dilihat dari laporan keuangan akhir Febuari 2023, BCA Digital telah membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp910 juta. 

    Kondisi tersebut membaik bila dibandingkan dengan sepanjang tahun 2022 yang masih mengalami kerugian bersih sebesar Rp71,60 miliar.  Duardi menambahkan, kondisi tersebut diharapkan terus dipertahankan hingga akhir 2023 sesuai dengan amanat induk.

Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More