Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Hingga April 2026 BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun Ke 1,3 juta Debitur

Hingga April 2026 BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun Ke 1,3 juta Debitur
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan (Dok. BRI)
Intinya Sih
  • BRI menyalurkan KUR senilai Rp65,95 triliun hingga April 2026 kepada 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia, termasuk 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan.
  • Sebanyak 307 ribu debitur berhasil naik kelas atau mencapai 31,96 persen dari target, dengan mayoritas penyaluran KUR difokuskan ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.
  • BRI menjaga kualitas kredit melalui prinsip kehati-hatian dan efisiensi pendanaan, dengan LDR sebesar 86,7 persen serta CAR mencapai 22,90 persen pada Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp65,95 triliun hingga April 2026. Jumlah itu disalurkan kepada 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.

Sementara dalam empat bulan pertama 2026, penyaluran KUR BRI telah menjangkau 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa BRI merupakan penyalur KUR terbesar di Indonesia. Penyaluran KUR tidak hanya focus pada permodalan, namun juga pada pengembangannya guna mendorong peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.

"BRI senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah," ujar Akhmad dalam keterangan, Jumat (29/5).

Hingga April 2026, BRI mencatat jumlah debitur yang berhasil naik kelas sebanyak 307 ribu debitur atau mencapai 31,96 persen dari target 962 ribu debitur.

Akhmad menjelaskan, mayoritas penyaluran KUR ini diarahkan ke sektor produktif meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, dengan porsi mencapai 66,47 persen. Dari total tersebut sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran mencapai Rp27,95 triliun atau setara 42,38 persen.

Dalam implementasinya, BRI terus menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas.

"Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga," ujarnya.

Hingga Maret 2026, likuiditas BRI menunjukan rasio yang solid, dengan loan to deposit ratio (LDR) BRI tercatat 86,7 persen. Dari sisi struktur pendanaan, cost of fund berbasis dana pihak ketiga berhasil ditekan dari 3,0 persen pada triwulan I 2025 menjadi 2,3 persen pada Triwulan I 2026, atau turun sebesar 65 basis poin. Dari sisi permodalan, capital adequacy (CAR) BRI erada di level 22,90 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More