Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

HSBC Indonesia Buka Suara Terkait Dana Keluar Dari Indonesia

HSBC Indonesia Buka Suara Terkait Dana Keluar Dari Indonesia
Gedung HSBC. (Unsplash/Joshua Lawrence)
Intinya Sih
  • Beberapa bank global seperti Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC menarik dana total Rp11,5 triliun dari Indonesia dalam dua tahun terakhir karena kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru.
  • HSBC Indonesia menegaskan tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional meski mengembalikan hampir Rp3 triliun ke induk perusahaan dan menjual bisnis retail serta wealth management ke OCBC hingga 2027.
  • Pengamat CORE Indonesia menilai langkah penarikan dana ini mencerminkan repricing risiko terhadap ketidakpastian kebijakan dan tata kelola, yang bisa mengurangi daya tarik Indonesia bagi investor regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Dalam dua tahun terakhir, sejumlah bank global yang beroperasi di Indonesia telah melakukan penarikan dana melalui berbagi aksi.

Dilansir dari The Japan Times, Group, Standard Chartered, dan HSBC Indonesia telah menarik total Rp11,5 triliun selama dua tahun belakangan.

Aksi ini disinyalir dipicu oleh kekhawatiran bank-bank global terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang telah merusak kepercayaan investor asing. Faktor pemicu lain, ketika Danantara menggalang fasilitas pinjaman senilai US$10 miliar dari konsorsium bank-bank asing di Indonesia pada pertengahan tahun lalu.

Manajemen HSBC Indonesia tidak berkomentar banyak terkait hal tersebut. Namun bank asal Hongkong ini menyatakan bahwa Indonesia membawa skala signifikan dalam fase pertumbuhan perusahaan dalam pertumbuhan di Asia beberapa tahun mendatang.

"Di tengah penataan kembali jalur perdagangan regional, HSBC berada di posisi unik untuk menjembatani ambisi industri Indonesia dengan kapital global, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ini," ungkap Manajemen HSBC Indonesia saat dikonfirmasi oleh Fortune Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan, HSBC mengirimkan kembali hampir Rp3 triliun ke perusahaan induknya pada tahun lalu. Pengembalian dana tersebut bahkan lebih besar dari laba yang dirabup HSBC Indonesia pada tahun lalu yang senilai Rp2,2 triliun. Selain itu HSBC Indonesia menjual aset dan liabilitas segmen retail banking dan wealth management ke OCBC. Aksi ini disebut akan rampung pada 2027.

Pengamat perbankan sekaligus Direktur Riset bidang Keuangan, Ekonomi Digital CORE Indonesia Etika Kryani, mengatakan ketika bank global mengurangi eksposur artinya mereka sedang melakukan repricing terhadap risiko Indonesia, terutama terkait kepastian kebijakan, disiplin fiskal, & tata kelola atau bahkan efisiensi.

"Risiko yang lebih besar jika sinyal ini diabaikan. Indonesia bisa kehilangan daya tarik sebagai tujuan alokasi modal regional," ungkap Etika kepada Fortune Indonesia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More