Jakarta, FORTUNE – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) mengalokasikan anggaran hingga Rp700 miliar untuk membangun gedung kantor pusat baru bernama J Trust Bank City Tower di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah bank asal Jepang ini ditandai melalui upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Jakarta, Kamis (27/8).
Gedung seluas 1.800 meter persegi dengan 24 lantai menjulang tersebut dibangun demi mendukung seluruh operasionalisasi bisnisnya di Indonesia. Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menyatakan proyek ini menjadi bukti kepercayaan penuh perseroan terhadap prospek pasar domestik.
“Hal ini merupakan wujud keyakinan kami yang kuat terhadap masa depan ekonomi Indonesia,” kata Ritsuo.
Proyek konstruksi menara ini dipercayakan kepada PT Tatamulia Nusantara Indah (TATA), yang 67 persen sahamnya dikuasai oleh Toda Corporation dari Jepang. Kerja sama ini menjadi simbol kolaborasi investasi dan kemitraan bisnis yang mendalam antara Indonesia dan Jepang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyambut positif ekspansi tersebut. Ia berharap pembangunan kantor pusat baru J Trust Bank dapat memperkuat arus investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Airlangga membeberkan Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang ke Indonesia mencapai US$3,1 miliar atau sekitar Rp51 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menempatkan Jepang sebagai kontributor PMA terbesar kelima di Indonesia sepanjang tahun lalu.
Memasuki semester I-2026, aliran modal asing asal Negeri Sakura tetap menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai US$1,9 miliar.
“Semester I ini PMA Jepang bahkan meningkat menjadi US$1,9 miliar dan itu menyumbang sekitar 6,2 persen dari total investasi asing, dan ini menunjukkan komitmen investasi asing di Indonesia,” kata Airlangga.
Airlangga juga mengutip hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) yang menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan asing di Indonesia berhasil mengantongi keuntungan. Performa tersebut sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen hingga semester I-2026, sehingga menjadikan Indonesia tetap menarik bagi para investor asing.
