8 Kesalahan Umum saat Menggadaikan Barang yang Harus Dihindari

- Bandingkan nilai taksiran dari beberapa perusahaan gadai resmi, serta periksa kondisi dan kelengkapan barang agar nilai jaminan tidak lebih rendah.
- Hitung biaya serta total pelunasan, siapkan sumber dana tebusan, dan catat jatuh tempo untuk menghindari keterlambatan maupun risiko barang dilelang.
- Baca perjanjian secara menyeluruh, hindari menggadaikan alat kerja, dan verifikasi legalitas penyedia melalui daftar perusahaan berizin di situs OJK.
Menggadaikan barang bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan dana tunai saat dibutuhkan. Namun, kurangnya persiapan dan ketelitian saat bertransaksi dapat menimbulkan risiko, termasuk kehilangan barang jaminan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan layanan gadai. Untuk menghindari risiko tersebut, simak delapan kesalahan umum saat menggadaikan barang yang perlu dihindari berikut ini.
Table of Content
Kesalahan umum saat menggadaikan barang
1. Tidak membandingkan nilai taksiran barang
Salah satu kesalahan saat menggadaikan barang adalah langsung menerima penawaran dari tempat gadai pertama tanpa membandingkannya dengan penyedia jasa lain. Padahal, setiap perusahaan pergadaian dapat memberikan nilai taksiran yang berbeda.
Oleh karena itu, sebaiknya bandingkan nilai taksiran dari beberapa perusahaan pergadaian resmi sebelum mengambil keputusan. Langkah ini dapat membantu Anda menemukan penawaran yang lebih menguntungkan.
2. Mengabaikan biaya gadai dan total pelunasan
Kesalahan lain yang dilakukan saat menggadaikan barang adalah tidak memperhitungkan biaya dan total pelunasan. Padahal, jumlah yang harus dibayar untuk menebus barang bisa lebih besar daripada pinjaman yang diterima.
Untuk menghindarinya, mintalah simulasi pelunasan sebelum bertransaksi. Periksa rincian biaya dan pastikan jumlah yang harus dibayar sesuai dengan kemampuan keuangan.
3. Menggadaikan barang tanpa menyiapkan dana tebusan
Menggadaikan barang tanpa menyiapkan dana tebusan dapat membuat nasabah kesulitan melunasi pinjaman saat jatuh tempo. Jika kewajiban tidak dipenuhi sesuai perjanjian, barang jaminan berisiko dilelang.
Untuk menghindarinya, tentukan sumber dana pelunasan sebelum bertransaksi. Perhitungkan pendapatan dan pengeluaran rutin agar kewajiban dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
4. Lupa tanggal jatuh tempo
Lupa memperhatikan tanggal jatuh tempo menjadi salah satu kesalahan yang perlu dihindari saat menggadaikan barang. Keterlambatan pelunasan dapat menimbulkan konsekuensi sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian gadai.
Setiap penyedia jasa dapat memiliki aturan yang berbeda mengenai masa tenggang dan perpanjangan pinjaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami ketentuan tersebut sejak awal transaksi.
Agar tidak terlambat, catat jadwal pelunasan dan pasang pengingat beberapa hari sebelumnya. Jika dana belum mencukupi, hubungi penyedia gadai sebelum jatuh tempo untuk menanyakan perpanjangan beserta biaya yang dikenakan.
5. Menyetujui perjanjian tanpa membacanya
Menyetujui perjanjian gadai tanpa membacanya dapat membuat nasabah melewatkan ketentuan penting. Sebelum menandatangani perjanjian, pastikan seluruh informasi sesuai dengan kesepakatan, termasuk identitas barang jaminan.
Jika ada ketentuan yang kurang jelas, mintalah penjelasan kepada petugas. Selain itu, simpan salinan perjanjian atau surat bukti gadai sebagai bukti transaksi hingga barang berhasil ditebus.
6. Tidak memeriksa kondisi dan kelengkapan barang
Kondisi fisik dan kelengkapan barang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan nilai taksiran gadai. Barang yang mengalami kerusakan atau tidak dilengkapi aksesori pendukung berpotensi mendapatkan nilai taksiran lebih rendah.
Sebelum menggadaikan barang, periksa kondisi dan pastikan seluruh perlengkapannya tersedia. Saat menyerahkan barang, cocokkan informasi pada bukti penerimaan dengan kondisi dan identitas barang jaminan untuk menghindari kesalahan pencatatan.
7. Menggadaikan barang yang dibutuhkan untuk bekerja
Menggadaikan barang yang masih dibutuhkan untuk bekerja bisa menjadi keputusan yang kurang tepat. Pasalnya, barang tersebut mungkin tidak dapat digunakan selama masa gadai, sehingga berisiko mengganggu pekerjaan.
Sebelum menggadaikan barang, pertimbangkan dulu peran barang yang akan digadaikan. Jika barang tersebut merupakan perlengkapan utama untuk bekerja, sebaiknya pilih barang lain atau pertimbangkan alternatif pendanaan.
8. Mengabaikan legalitas penyedia gadai
Legalitas penyedia gadai menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa sebelum menyerahkan barang jaminan. Menggadaikan barang melalui perusahaan yang tidak berizin dapat meningkatkan risiko kehilangan barang hingga kesulitan menyelesaikan sengketa.
Di Indonesia, kegiatan usaha pergadaian diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 39 Tahun 2024 yang telah diubah dengan POJK Nomor 29 Tahun 2025.
Untuk memastikan legalitasnya, periksa daftar perusahaan pergadaian berizin melalui situs resmi OJK. Cocokkan nama dan alamat perusahaan dengan informasi yang tercantum dalam direktori tersebut sebelum melakukan transaksi.
Itulah 8 kesalahan umum saat menggadaikan barang menggadaikan barang. Pastikan Anda memilih layanan gadai yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.
FAQ seputar kesalahan umum saat menggadaikan barang
Apakah barang yang digadaikan bisa diambil kembali? Ya, barang yang digadaikan dapat diambil kembali setelah nasabah melunasi pinjaman beserta biaya yang berlaku sesuai perjanjian.
Bagaimana jika barang yang digadaikan tidak dibayar? Jika pinjaman gadai tidak dilunasi hingga jatuh tempo, barang jaminan berisiko dilelang sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah masa gadai bisa diperpanjang? Masa gadai dapat diperpanjang jika penyedia jasa menyediakan fasilitas tersebut dan nasabah memenuhi persyaratannya.
Bagaimana cara mengetahui tempat gadai yang resmi? Legalitas perusahaan pergadaian dapat diperiksa melalui direktori perusahaan berizin di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



















