Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kesenjangan Literasi Keuangan Tinggi, OJK hingga Asosiasi Pakai Jurus Ini

AFTECH, Easycash, dan IARFC Luncurkan Modul Bijak Keuangan untuk Perkuat Literasi Keuangan Gen Z dan Milenial
AFTECH, Easycash, dan IARFC Luncurkan Modul Bijak Keuangan untuk Perkuat Literasi Keuangan Gen Z dan Milenial
Intinya sih...
  • Kesenjangan literasi keuangan masih tinggi di Indonesia, terutama pada generasi Z dan milenial.
  • OJK mencatat indeks literasi pelajar usia 15–17 tahun hanya sekitar 51,48 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat nasional.
  • Modul Bijak Keuangan (MOJANG) diluncurkan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi generasi Z dan milenial.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan edukasi keuangan penting untuk membangun kesejahteraan finansial masyarakat. Maka, diperlukan kolaborasi antar asosiasi, industri hingga regulator untuk mencapai pemerataan literasi keuangan.

Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Naomi Triyuliyani mengatakan indeks literasi keuangan masyarakat masih rendah. Menurut data OJK, indeks literasi pelajar usia 15–17 tahun hanya sekitar 51,48 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat nasional.

Untuk meningkatkan literasi keuangan, sepanjang 2025, OJK telah menyelenggarakan 11.931 program edukasi keuangan yang diikuti sekitar 1,6 juta pelajar.

"Memiliki bekal literasi keuangan yang cukup itu sangat penting bagi generasi muda dan juga bagi para pekerja secara keseluruhan. Dengan literasi keuangan yang memadai, seseorang dapat memahami prioritas pengololaan keuangan yang lebih baik, sehingga penggunaan layanan keuangannya yang tepat guna," katanya di Jakarta, Selasa (10/2).

Seiring keresehatan tersebut, OJK dan sejumlah asosiasi meluncurkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG), yang didukung Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), PT Indonesia Fintopia Technology (EasyCash), dan International Association of Registered Financial Consultant (IARFC). Modul ini ditargetkan menyasar kelompok generasi Z dan milenial, selaku native digital dengan harapan dapat meningkatkan literasi keuangan bagi generasi tersebut.

Aidil Akbar Madjid, President & Chairman IARFC Indonesia, mengatakan perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia berlangsung sangat cepat, termasuk akses pinjaman digital yang kini dapat dilakukan hanya melalui ponsel. Namun kemudahan tersebut belum sepenuhnya diimbangi pemahaman masyarakat.

Menurutnya, masih banyak masyarakat menggunakan produk keuangan tanpa memahami cara kerja maupun risikonya. Kondisi tersebut kerap menimbulkan salah kelola keuangan, kesalahpahaman terhadap pinjaman digital hingga maraknya pinjaman ilegal (pinjol).

"Kesalahpahaman soal ini akan sangat berbahaya jika terjadi pada generasi muda (gen Z) yang sangat-sangat di-train dalam pengelolaan teknologi. Dan jumlahnya cukup besar, yaitu 28 persen dari populasi di Indonesia," kata dia.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen, sementara literasi keuangan baru sekitar 65,43 persen. Artinya sebagian masyarakat sudah memakai produk keuangan sebelum memahami fungsinya.

Di sisi lain, kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan juga menjadi perhatian. Nucky Poedjiardjo, Direktur Utama EasyCash mengatakan literasi keuangan sejak dini penting agar masyarakat memahami hak, kewajiban, serta risiko penggunaan layanan keuangan digital.

"Kami percaya, bahwa literasi keuangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara regulator, asosiasi, industri, institusi pendidikan, dan masyarakat, agar edukasi keuangan dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak yang nyata,” ungkapnya.

Firlie Ganinduto, Sekretaris Jenderal AFTECH, menambahkan bahwa meskipunn generasi muda memiliki tingkat adopsi teknologi tinggi, namun sangat rentan terhadap perilaku konsumtif, kesalahpahaman kredit, dan risiko pinjaman digital.

"Ke depan tantangan literasi keuangan akan semakin kompleks seiring dengan berkembangnya produk keuangan digital, model bisnis berbasis teknologi, serta ekosistem ekonomi digital yang semakin deteriorasi Oleh karena itu, edukasi keuangan harus terus beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda," pungkas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Finance

See More

Easycash Prediksi Penyaluran Pinjaman Jelang Imlek-Lebaran Naik, Ini Mitigasinya

10 Feb 2026, 17:59 WIBFinance