LPS: Simpanan Warga di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

- LPS melaporkan simpanan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta naik 4,95 persen YoY hingga Mei 2026, menandakan daya beli masyarakat tetap kuat.
- Fenomena penurunan tabungan sempat terjadi pada Maret 2026 dengan penyusutan 2,39 persen, namun segera pulih dan kembali tumbuh positif pada bulan-bulan berikutnya.
- Total simpanan perbankan nasional mencapai Rp10.330 triliun per Mei 2026, naik 2,20 persen MoM, dengan deposito berjangka mendominasi porsi terbesar sebesar 34,84 persen.
Jakarta, FORTUNE – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan tren tabungan masyarakat di perbankan nasional mengalami kenaikan. Data terbaru menepis kekhawatiran mengenai adanya fenomena masyarakat bawah yang terpaksa "makan tabungan" demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepastian tersebut mengemuka dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (25/6).
Indikator ini terlihat pada isi kantong penabung dengan saldo di bawah Rp100 juta, yang membukukan kenaikan 4,95 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) hingga Mei 2026. Laju pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang posisi pada Desember 2025 yang tumbuh 3,43 persen (YoY).
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan & Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, memandang kondisi ini sebagai bukti daya beli masyarakat masih tangguh, sehingga mampu menyisihkan dana untuk ditabung.
"Tadi dikatakan fenomena makan tabungan itu, kalau melihat angka-angka ini, tidak demikian. Kami melihat bahwa simpanan sampai dengan Rp 100 juta ini masih tumbuh positif, bahkan pertumbuhannya lebih baik daripada posisi akhir 2025," kata Doddy dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/6).
Kendati demikian, gejala "makan tabungan" sempat melanda. Berdasarkan data histori distribusi simpanan LPS, kondisi tersebut mencuat pada Maret 2026. Pada periode tersebut, tabungan warga dengan saldo di bawah Rp100 juta sempat mengalami penyusutan 2,39 persen (YoY).
Namun, situasi lesu tersebut segera berbalik arah pada bulan-bulan berikutnya hingga mencetak rapor positif pada Mei 2026.
Secara makro, volume simpanan pada bank umum di Indonesia juga kian gemuk. Per Mei 2026, total nominal simpanan masyarakat tercatat Rp10.330 triliun. Jumlah tersebut mencerminkan kenaikan 2,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Month-on-Month/MoM).
Bila dibedah berdasarkan jenis simpanan, deposito berjangka masih menjadi primadona. Porsi nominal terbesar ditempatkan dalam bentuk jenis simpanan deposito. Komoditas simpanan ini mencakup 34,84 persen dari total keseluruhan dana di perbankan.
Sementara itu, pergerakan secara bulanan (MoM) memperlihatkan dinamika beragam. Nominal simpanan giro mencatat kenaikan tertinggi, yakni 4,40 persen. Sebaliknya, nominal simpanan deposit on call justru mengalami kontraksi atau penurunan 5,75 persen.


















