Jakarta, FORTUNE - Bank Mega Syariah membukukan peningkatan transaksi kartu kredit syariah. Hingga April 2026, volume transaksi meningkat lebih dari 89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh bertambahnya jumlah kartu yang beredar serta perluasan kerja sama dengan merchant.
Eva Dahlia Kusumawati, Syariah Card Business Division Head Bank Mega Syariah mengatakan rata-rata pertumbuhan bulanan kartu kredit syariah sebesar 25 persen selama periode Januari–April 2026. Ini sejalan dengan jumlah kartu yang meningkat 75 persen pada periode yang sama.
"Pertumbuhan transaksi Syariah Card menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transaksi berbasis syariah terus meningkat. Kami melihat Syariah Card tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi gaya hidup halal," kata Eva dalam siaran pers, Kamis (4/6).
Berdasarkan kategori transaksi, sektor ritel dan marketplace menjadi penyumbang terbesar dengan kontrubusi 21 persen dari total transaksi. Selanjutnya disusul sektor fesyen sebesar 10 persen, restoran 9 persen, perjalanan 6 persen, serta otomotif dan kendaraan 6 persen.
Selain memiliki kemudahan dan kenyamanan bertransaksi, kartu kredit syariah tersebut juga dilengkapi fitur poin sedekah yang memungkinkan sebagian akumulasi poin transaksi dialokasikan untuk kegiatan sosial. Fitur tersebut dinilai menjadi keuntungan utama yang membedakannya dengan layanan keuangan berbasis syariah.
Adapun, total penyaluran pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai sekitar Rp9,26 triliun, atau tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun. Sejalan dengan itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan mencapai lebih dari Rp10 triliun.
Pendapatan dari piutang tercatat mencapai lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Adapun pendapatan bagi hasil meningkat sekitar 4,7 persen menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.
