Jakarta, FORTUNE - BCA Finance merespons kehadiran program motor listrik nasional (Molinas) yang digadang-gadang memperkuat industri dalam negeri karena menghadirkan mobilitas yang makin terjangkau dan berkualitas.
Presiden Direktur PT BCA Finance, Petrus Karim, mengatakan perusahaan mendukung program tersebut adi tengah industri kendaraan listrik yag terus menguat. Namun BCA Finance belum bisa berkomentar lebih dalam terkait dampak Molinas.
"Kami masih mempelajari, yang pasti BCA akan mendukung program-program pemerintah. Nanti hasil mempelajari itu kami coba memposisikan diri," ujar Petrus dalam konfrensi pers BCA Expo di Jakarta, Rabu (19/8).
Menurut Petrus, perkembangan kendaraan listrik juga bergantung pada sejumlah pemangku kepentingan, terutama produsen kendaraan.
Di sisi pembiayaan, kendaraan listrik saat ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE). Petrus menyebut pembiayaan kendaraan listrik telah mencapai sekitar 15 persen dari total pembiayaan kendaraan yang disalurkan BCA Finance.
Sementara secara industri, OJK mencatat pembiayaan EV tumbuh mencapai 34,70 persen secara tahunan menjadi Rp24,60 triliun per Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran pembiayaan mobil baru dan mobil bekas oleh multifinance turun 3,25 persen (yoy) menjadi Rp230,47 triliun.
Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik, BCA Finance turut menghadirkan pembiayaan EV dalam BCA Expo tahun ini. Kendati demikian, perusahaan tidak menetapkan target khusus untuk penyaluran pembiayaan kendaraan listrik melalui gelaran tersebut.
Menurutnya gelaran tersebut hanya menjadi salah satu momentum untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan, sementara penyaluran pembiayaan secara reguler tetap berjalan di luar pameran. Dengan demikian, kinerja pembiayaan hingga akhir tahun tidak hanya bergantung pada hasil BCA Expo dan perusahaan masih optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
